Ada Ledakan di Sibolga, Tiga Orang Nyaris Tewas, Bom Teroris?

Kondisi bangunan warga yang porak poranda akibat ledakan di Sibolga. Foto : Facebook : adelita Sri Wahyuni.

POJOKSATU.id, SUMUT- Sebanyak tiga orang warga yang menjadi korban ledakan keras yang diduga dari sebuah bom terjadi di  Sibolga, korban kemudian dilarikan ke RSU FL Tobing, Senin 24 Januari 2022.


Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja sewaktu dikonfirmasi wartawan di seputaran lokasi kejadian.

“Ada tiga korban akibat peristiwa ini, dan saat ini sedang dirawat di RSU FL Tobing Sibolga,” terangnya.

Ditanya apakah ada korban jiwa, menurut Kapolres, nihil. Hanya saja ada tiga rumah warga yang rusak.


“Saat ini sedang didata dan ditaksir bersama pihak keluarga berapa kerugian ketiga rumah yang rusak itu,” jawab Kapolres.

Sementara itu, secara terpisah, Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, membenarkan terjadinya ledakan di Sibolga.

Panca menyebut peristiwa itu terjadi pukul 09.30 WIB. “Betul itu di (Kota) Sibolga, di Tangkahan Beringin, jam 09.30,” sebut Panca, Senin (24/1/2022).

Panca mengatakan akibat ledakan itu ada tiga orang yang mengalami luka-luka dan saat ini sudha dibawa ke rumah sakit.

“Luka tiga orang, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” sambungnya.

Soal penyebab ledakan, Panca mengatakan sementara kepolisian menduga itu dari bom ikan.

“Terkait bom ikan, kita dalami lagi,” sebutnya.

Terkait dugaan teroris, Panca menampiknya. “Enggak, enggak. Sementara itu (bom ikan). Masih kita dalami, diduga kuat dari bom ikan, nanti Labfor akan turun,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, tadi pagi warga Jalan KH Ahmad Dahlan dikagetkan dengan suara ledakan yang cukup keras.

Menurut saksi mata, Tanti Pramita Pasaribu (37) saat ledakan terjadi dirinya sedang berada di kantor, yang jaraknya hanya beberapa meter dari titik ledakan.

Saat ledakan pertama terjadi, dirinya dan beberapa orang lainnya yang ada di kantor tersebut langsung melarikan diri.

“Pas lagi di kantor kami mau nyetor, meledaklah pertama, lari lah kami,” kata Tanti.

Menurut Tanti, ledakan pertama terjadi sekira pukul 9.30 WIB. Setelah berhasil menyelamatkan diri, terdengar ledakan kedua.

“Sekitar jam 9.30 WIB. Kami langsung lari,” ungkapnya.

Senada juga dikatakan saksi lainnya, Suaiba, yang juga berada di dalam kantor bersama Tanti.

Akibat ledakan, tangan kanan Suaiba terasa sakit terkena serpihan ledakan.

“Bengkak tanganku sebelah sini kena serpihan. Terjatuh aku, kayak ada yang mendorong. Jarak kami dengan gudang yang meledak sekitar tiga meter,” terangnya, dikutip antara.

Menurutnya, gudang tersebut merupakan lahan kosong yang sering dijadikan tempat menumpuk barang. “Gudang, tempat-tempat barang, itu yang meledak,” ungkapnya.

Namun, Suaiba belum mengetahui penyebab ledakan.

(dhe/nin/pojoksatu)