Rizal Ramli Ungkap Upaya Dugaan KKN Melalui Rayuan Anak dan Istrinya Saat Jabat Menko Era Gus Dur

Rizal Ramli
Rizal Ramli

POJOKSATU.id, JAKARTA— Rizal Ramli membagikan cerita pengalamannya sebagai Menko Ekuin era Pemerintahan Gus Dur. Rizal pernah mau diduga disuap atau KKN melalui rayuan anak dan istrinya.


Saat menjadi Menko Ekuin, Rizal pernah minta ditusuk menggunakan pisau oleh anaknya. Istrinya juga pernah diajak makan siang oleh seorang pengusaha.

Kisah pengalaman itu dituturkan Rizal dalam acara silaturahmi dengan tokoh, aktivis dan ulama Purwakarta, Jawa Barat di Kampus Yarsi, Sabtu (22/1).


Rizal menceritakan bahwa banyak cara dan kesempatan bagi pejabat negara untuk korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Godaan sangat besar, bahkan bisa saja melalui rayuan terhadap isteri atau anak. Inilah yang dialami dirinya saat menjadi Menko Ekuin.

“Anak saya namanya Dipo, masih remaja ketika itu, dengan senang dan bangga bercerita dia dihubungi dan diminta untuk menjadi komisaris perusahaan sawit swasta. Kebetulan di meja ada pisau buah, saya ambil dan serahkan kepada anak saya. Dipo kamu tusuk saja bapakmu ini,” kenang Rizal.

Rizal lantas menjelaskan kepada sang anak jika tawaran tersebut bukan tanpa maksud sehingga tidak perlu senang dan harus ditolak.

“Itu cara mereka menyuap bapakmu untuk mendapatkan kebijakan. Demi rakyat dan integritas bapakmu jangan lakukan itu, sembari saya menahan tangis,” ungkap Rizal Ramli.

Rizal juga menceritakan rayuan datang terhadap istrinya almarhum Herawati Moelyono. Hera pernah diajak makan siang oleh konglomerat, dijanjikan segala rupa fasilitas.

“Tidak berani menyampaikan kepada Rizal Ramli karena pasti dimarahin, itupun tetap saya marahin kok mau makan siang,” tutur Rizal.

Rizal Ramli merasa perlu berbagi pengalaman karena di era ini banyak pejabat yang hanya memikirkan keluarganya. Karena itu ia berharap KPK punya keberanian lebih untuk menindaklanjuti berbagai dugaan praktek KKN yang terjadi saat ini.

Dalam kesempatan dialog, Rizal menerima banyak keluhan dari tokoh, aktivis dan ulama Purwakarta soal kondisi kesulitan ekonomi masyarakat yang dialami selama Jokowi berkuasa. Harga-harga naik, pengangguran dan kemiskinan bertambah sementara korupsi semakin menjadi-jadi. Bahkan anak-anak presiden diduga KKN.

Saking geramnya, dalam kesempatan dialog, Ndeh Supiarsih salah satu yang hadir mengungkap perlu secepatnya perlu segera ada perubahan karena kondisi yang kian carut marut.

Acara silaturami ditutup dengan dengan deklarasi meminta Rizal Ramli memimpin perubahan, dan masyarakat yang hadir dalam silaturahmi sepakat dan mendeklarasikan Rizal Ramli menjadi calon presiden. (ral/rmol/pojoksatu)