Arteria Dahlan yang Berulah, Megawati dan Jokowi harus Minta Maaf atau PDIP Tanggung Akibatnya di 2024

Arteria Dahlan memberikan klarifikasi kepada Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, terkait pernyataan yang menyinggung bahasa Sunda. Foto PDIP

“Karena itu merupakan sebuah perwujudan bagaimana Pancasila itu bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya, dengan Pancasila yang intisarinya gotong royong. Bagaimana yang sesuai dengan filosofi masyarakat. Prabu Siliwangi menyampaikan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Wawangi,” katanya.


Menurutnya, ungkapan Arteria yang sangat bertentangan dengan pemikiran seorang kader PDI Perjuangan.

Ia menyebut pernyataan Arteria telah memancing keributan, kegaduhan, dan sakit hati.


Karenanya, selain diminta dijatuhi sanksi, Arteria dituntut memberikan penyataan permohonan maaf kepada masyarakat Sunda dan klarifikasinya.

“Ya kalau saya menyampaikan, sepakat dengan kemarin yang disampaikan juga oleh salah satu kader PDI Perjuangan, TB Hasanuddin ya, dia bilang (Arteria) telah murtad karena tidak berideologi Pancasila kalau menyampaikan seperti itu,” tuturnya. (ruh/rif/pojoksatu)