Arteria Dahlan Minta Maaf ke Masyarakat Sunda, Kemarin Ogah, Begini Pengakuannya

Arteria Dahlan saat Komisi III DPR rapat kerja dengan Kejagung.

Dalam laporan polisi itu, Arteria Dahlan dinilai telah melanggar konstitusi yang diatur dalam Pasal 32 ayat 2 yang mengatur tentang pemeliharaan bahasa daerah.


“Kemudian ada UU Nomor 5 Tahun 2017, lalu dari situ masuk turunannya pada pidana mulai dari berbuat onar, lalu keresahan dan perbuatan tidak menyenangkan, termasuk UU ITE,” jelasnya.

Selain dinilai telah menyakiti perasaan masyarakat Sunda, kata Ari, pernyataan Arteria Dahlan juga telah menista suku bangsa yang ada di Indonesia.


“Padahal, tak akan ada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apabila tak ada suku bangsanya yang beragam,” jelasnya.

Ari menegaskan, bahwa apa yang dilakukan Arteria Dahlan sudah menjadi penistaan terhadap suku bangsa yang ada di Indonesia.

“Tidak akan ada Indonesia jika tidak ada suku bangsa yang ada di Nusantara ini termasuk di dalamnya ada Sunda dan lain sebagainya,” jelasnya. (ruh/rif/pojoksatu)