Ternyata Penusuk hingga Tewas Pratu Sahdi Belum Ditangkap, Polisi Imbau Tersangka B Menyerah

Pelaku pengeryokan anggota TNI di Jakut

POJOKSATU.id, JAKARTA— Tersangka B yang menusuk hingga tewas anggota TNI AD Pratu Sahdi ternyata belum ditangkap dan masih melarikan diri. Polisi mengimbau agar tersangka B menyerahkan diri.


Ada delapan tersangka yang melakukan pengeroyokan kepada anggota TNI AD ini dan sebagian sudah ditangkap polisi.

Ada sebanyak empat orang yang sudah berstatus tersangka dalam kasus ini.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo mengungkapkan identitas anggota TNI AD Pratu Sahdi yang tewas dikeroyok oleh sejumlah orang di Jalan Pluit Selatan Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (16/1) pukul 03.00 WIB.


Kombes Wibowo menyebut Pratu Sahdi merupakan anggota di Bataliyon Infanteri (Yonif) Raider 303 Garut, Jawa Barat.

Dia berada di Jakarta untuk kepentingan terapi kesehatan.

“Kebetulan korban berada di Jakarta sedang berobat terapi,” ungkap Kombes Wibowo, Senin (17/1) malam. Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, Pratu Sahdi sedang minum kopi di lokasi kejadian.

“Kebetulan saat itu sedang ngopi sampai dengan kejadian tersebut,” bebernya.

Tiba-tiba sekelompok orang datang dan menanyakan asal-usul korban.

“Korban tidak menjawab dipukul oleh tersangka B, kemudian dibalas pukul oleh korban,” jelasnya.

“Pada saat korban membalas pukul, langsung dipiting oleh tersangka R tadi dan ditusuk oleh tersangka B,” paparnya lagi.

Tersangka R yang memiting korban sudah ditangkap dan merupakan salah satu dari empat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun tersangka B yang melakukan penusukan terhadap Pratu Sahdi sedang diburu polisi.

“Tersangka B yang masih DPO melakukan penusukan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Kombes Wibowo.

Polisi sendiri telah mengantongi identitas para pelaku yang sudah diburu itu. Pada kasus itu, selain Pratu Sahdi, ada warga sipil yang turut menjadi korban pengeroyokan.

Kedua masyarakat sipil bernama Samsul Ma’arif dengan luka sobek di dada sebelah kanan dan punggung belakang.

Korban lainnya bernama Soleh yang mengalami luka di bagian jari manis sebelah kanan putus dua ruas.

Diketahui insiden pengeroyokan anggota TNI terjadi di Jakarta Utara, tepatnya di RS Atma Jaya Pluit Selatan Raya, Penjaringan Jakarta Utara pada Minggu 16 Januari 2022.

Dalam peristiwa ini seorang anggota TNI Angkatan Darat bernama Sahdi (23) meninggal dunia. Ia meninggal dunia usai dikeroyok sejumlah orang tak dikenal.

Dalam insiden tersebut dua rekan Sahdi yakni satu orang sipil berinisial SM dan MS ikut menjadi korban. Saat ini SM dan MS dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara.

Insiden pengeroyokan itu berawal sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, korban bersama dua rekannya pulang dari Royal menuju Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Salah satu rekannya meminta berhenti untuk buang air kecil. Usai rekannya buang air kecil yang juga merupakan seorang saksi atas insiden tersebut langsung melihat korban dalam keadaan tersungkur berlumuran darah.

Saat kejadian tersebut, rekannya itu mendengar teriakan ‘makssar, saya makssar’. Ia juga sempat melihat sekolompok orang tak dikenal melarikan diri usai rekannya berlumuran darah.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa seorang anggota TNI tersebut tak bisa diselamatkan.(ral/jpnn/pojoksatu)