Kronologi Penamaan Ibu Kota Negara Baru Menjadi ‘Nusantara’, Alasannya Ini yang Cocok

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ketua Panitia RUU Ibu Kota Negara (IKN) baru Ahmad Doli Kurnia menceritakan kronologis pemberian nama IKN menjadi ‘Nusantara’.


Doli menyebutkan, awalnya pemerintah menyiapkan delapan puluh nama IKN untuk dipilih.

Namun, pemerintah dan DPR akhirnya menyepakati nama IKN menjadi ‘Nusantara’.


“Jadi kronologis awalnya ada 80 nama alternatif, kemudian akhirnya dipilih ‘Nusantara’,” kata Doli kepada wartawan di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (18/1/2021).

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, nama ‘Nusatara’ paling pas untuk IKN karena mewakili Indonesia.

“Ini paling cocok, mewakili Indonesia dari sabang sampai Merauke hingga Pulau Miangas sampai pulau Miangas,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon menyatakan tidak setuju dengan pemberian IKN baru menjadi ‘Nusatara’.

Ia mengusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti nama tersebut ke namanya sendiri ‘Jokowi’ bukan ‘Nusantara’.

Menurutnya hal tersebut lebih pas seperti negara Kazakhstan yang memberikan nama Presidennya ‘Nursultan’.

“Usul saya nama ibu kota langsung saja, “Jokowi”. Sama dengan ibu kota Kazakhstan “Nursultan” (dari nama Presiden Nursultan Nazarbayev),” tulis Fadli Zon dikutip Pojoksatu.id di akun Twitternya, Selasa (18/1/2021).

Politisi Partai Gerindra itu menilai, nama Nusantara belum pas menjadi Ibu Kota Negara baru yang berada Penajam Paser Utara Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Nusantara” kurang cocok jadi nama ibukota negara baru. Nusantara punya pengertian sendri sebagai wilayah. Bum lagi ada “Wawasan Nusantara”,” lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan ‘Nusantara’ menjadi nama Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN, Suharso Monoarfa, penamaan itu sesuai dengan yang dipilih langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia menjelaskan, ‘Nusantara’ sudah dikenal masyarakat sejak dahulu, sehingga nama itu dipilih sebagai nama Ibu Kota Negara baru.

Tak hanya itu, menurut Suharso Monoarfa, ‘Nusantara’ juga mampu menggambarkan keberagaman yang ada di Indonesia.

Ia pun menilai semua pihak akan setuju dengan pemilihan nama Nusantara untuk Ibu Kota Negara baru.

“Saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu,” kata Suharso Monoarfa

(muf/pojoksatu)