Dua Putra Jokowi Harus Berkaca Pada Kasus Buloggate Yang Menyeret Nama Gus Dur

Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka

POJOKSATU.id, JAKARTA— Dua putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, harus berkaca pada pelajaran pahit kasus korupsi Buloggate yang sempat menyeret nama Gus Dur.


Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mohammad Nabil mengomentari dugaan pelanggaran hukum Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep setelah dilaporkan ke KPK atas dugaan KKN dan TPPU.

“Meski kasus Buloggate dan Gibran/Kaesang tidak sama, namun dimensi hukum, moral-etik dan magnitude politik-ekonominya sangat terasa sensitif,” kata Nabil dalam keterangannya, Selasa (18/1).

Berkaca hal ini, mungkin saja Gibran dan Kaesang bisa menyeret sang ayah pada dugaan kasus bisnis pribadi yang kemudian dilaporkan ke KPK.


“Suwondo menyeret Gus Dur ke dalam krisis Buloggate dan dugaan KKN Kaesang menyeret istana Jokowi ke dalam krisis nilai, krisis keadilan dan krisis kepercayaan,” katanya.

“Apakah nanti disebut publik sebagai Kaesang-gate atau kasus dugaan KKN anak presiden, itu hanya soal sebutan saja,” sambungnya.

Menurut Nabil, pada kasus Buloggate, Suwondo yang mengaku sebagai tukang pijat Presiden Gus Dur, menjadi tersangka korupsi dana Yayasan Dana Bina Sejahtera Karyawan Bulog senilai Rp35 milar.

Pada kasus Buloggate, Suwondo menjadi beban yang menyulitkan Gus Dur karena menyeret nama besar Gus Dur.

Nabil menekankan agar Gibran dan Kaesang hati-hati melangkah, karena apapun yang mereka lakukan bisa saja turut menyeret Jokowi sebagai ayah yang menjabat kepala negara.

“Gus Dur yang sangat humanis dan sosok yang sangat baik, jatuh terseret Buloggate Suwondo, ini pelajaran pahit dan berharga bagi semua anak bangsa kita, termasuk Gibran-Kaesang lho,” pungkasnya. (ral/rmol/pojoksatu)