Anggota TNI Tewas di Tangan Delapan Warga Sipil, Puspom Serahkan Kasus ini ke Polri

Pelaku pengeryokan anggota TNI di Jakut

POJOKSATU.id, JAKARTA- Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat pastikan bahwa para pelaku pengeroyokan anggota TNI merupakan warga sipil.


Atas hal itulah, pihak TNI menyerahkan proses hukumnya ke pihak kepolisian.

“Pelakunya seluruhnya warga sipil maka dari itu Puspom TNI mempercayakan penyidikan sepenuhnya ke polisi,” kata Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/1/2022).

Menurut Tubagus, para pelaku ini tengah mencari seseorang, namun dalam insiden tersebut sempat ada perselisihan antara anggota dengan para pelaku hingga terjadi pengeroyokan.


“Sekelompok orang yang datang untuk mencari seseorang kemudian terdapat anggota TNI yang sedang duduk di sana, terjadi perselisinan kecil kemudian dikeroyok 8 orang,” ujarnya.

Kendati demikian, Tubagus pastikan dari hasil pemeriksaan, motif para pelaku melakukan aksi karena adanya kesalah pahaman kedua belah pihak

“Kalau motifnya diduga ada kesalahpahaman, kenapa? Karena antara anggota TNI yang jadi korban dengan para pelaku tidak pernah ada permasalahan sebelumnya,” ujarnya.

Diketahui insiden pengeroyokan anggota TNI terjadi di Jakarta Utara, tepatnya di RS Atma Jaya Pluit Selatan Raya, Penjaringan Jakarta Utara pada Minggu 16 Januari 2022.

Dalam peristiwa ini seorang anggota TNI Angkatan Darat bernama Sahdi (23) meninggal dunia. Ia meninggal dunia usai dikeroyok sejumlah orang tak dikenal.

Dalam insiden tersebut dua rekan Sahdi yakni satu orang sipil berinisial SM dan MS ikut menjadi korban. Saat ini SM dan MS dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara.

Insiden pengeroyokan itu berawal sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, korban bersama dua rekannya pulang dari Royal menuju Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Salah satu rekannya meminta berhenti untuk buang air kecil. Usai rekannya buang air kecil yang juga merupakan seorang saksi atas insiden tersebut langsung melihat korban dalam keadaan tersungkur berlumuran darah.

Saat kejadian tersebut, rekannya itu mendengar teriakan ‘makssar, saya makssar’. Ia juga sempat melihat sekolompok orang tak dikenal melarikan diri usai rekannya berlumuran darah.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa seorang anggota TNI tersebut tak bisa diselamatkan.

(fir/pojoksatu)