Diperiksa Enam Jam, Haris Azhar dan Fatia Dicecar 17 Pertanyaan

Haris Azhar dan Fatia penuhi panggilan Polda Metro untuk Mediasi dengan Luhut Binsar/firdausi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Direktur Lokataru, Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti akhirnya rampung diperiksa polisi setelah diperiksa enam jam lamanya.


Keduanya diketahui diperiksa terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Menteri Koodinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sampai pemeriksaan rampung, status mereka masih saksi terlapor. Usai diperiksa, Haris pun mengungkap pertanyaan yang diajukan penyidik.

“Mulai dari soal akun Youtube saya lalu juga soal materi konflik of interestnya, dari soal riset,” kata Haris di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 18 Januari 2022.


Haris mengaku, dirinya dicecar sebanyak 17 pertanyaan oleh penyidik.

Berbeda dengan Haris, Fatia mengaku dapat pertanyaan lebih banyak. Jumlahnya sekitar 20 pertanyaan.

Fatia mengungkap, pertanyaan yang dilontarkan soal riset dan data yang dibahas dalam video akun YouTube Haris yang diperkarakan Luhut.

Dirinya mengaku, riset merujuk sejumlah organisasi, seperti KontraS, Walhi, Jatam, YLBHI, Pusaka tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI AD di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua.

“Di mana itu sebenarnya sudah dijelaskan di dalam risetnya juga. Dan selain itu mempertanyakan terkait metodologi dan sebagainya. Itu tadi sudah dijawab melalui proses pemeriksaan,” kata Fatia menambahkan.

Sebelumnya, Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), M. Isnur, menyebut Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti mau dijemput paksa polisi, Selasa pagi 18 Januari 2022.

“Pagi ini, sekitar pukul 08.00 ada lima polisi datang ke tempat tinggal Fatia Maulidiyanti (Koordinator Kontras) mau jemput dan bawa ke Polda Metro Jaya. Alasan mau jemput paksa untuk pemeriksaan,” kata dia kepada wartawan.

Namun, Fatia menolak. Isnur mengatakan Fatia akan datang ke Polda Metro Jaya jam 11.00 WIB hari ini.

Sementara itu, menurutnya ada satu mobil polisi yang stand by mengikuti. Begitu pun Direktur Lokataru, Haris Azhar, dia juga mengalami hal serupa.

(dhe/pojoksatu)