Komnas HAM Tak Setuju Herry Wirawan Dihukum Mati, HNW Protes, Ini Bukti Serius Berantas Kejahatan Seksual

Herry Wirawan perkosa 21 santriwati sampai hamil

POJOKSATU.id, JAKARTA— Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW protes kepada Komnas HAM usai mereka tak setuju hukuman mati diterapkan kepada pemerkosa santri di Bandung, Herry Wirawan.


Hidayat Nur Wahid mengkritisi Komnas HAM setelah lembaga mereka menolak hukuman mati bagi terdakwa pemerkosa 13 santriwati, Herry Wirawan.

Menurut HNW, Indonesia adalah negara yang melegalkan hukuman mati seperti tertuang dalam UUD 1945 dan UU Perlindungan Anak.

Presiden Jokowi bahkan turut menguatkan hukuman mati dengan menerbitkan Perppu yang menjadi UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU Perlindungan Anak.


“Jadi, dengan logika hukum dan HAM, Komnas HAM semestinya ikut mendukung pemberlakuan norma hukuman mati tersebut,” kata HNW atau Hidayat Nur Wahid melalui keterangan persnya, Sabtu (15/1).

Politisi PKS itu beranggapan jaksa sudah tepat menuntut Harry Wirawan degan hukuman mati dan tambahan.

Tuntutan maksimal seperti itu menjadi ikhtiar negara menghadirkan perlindungan terhadap anak-anak.

Selain itu, kata HNW, tuntutan mati menjadi usaha menghadirkan efek domino agar orang lain berpikir ulang melakukan perbuatan seperti Herry Wirawan.

“Ini sekaligus juga bukti keseriusan dan komitmen untuk memberantas kekerasan dan kejahatan seksual, apalagi ketika anak-anak yang menjadi korbannya,” bebernya.

HNW memahami ada pihak yang berdalih tidak ada korelasi antara hukuman mati dengan efek jera.

Argumen yang dibawa yakni kejahatan masih ada meskipun kasus kejahatan terhadap anak bisa diancam hukuman mati.

Namun, kata dia, narasi itu sesat dan tak sesuai dengan prinsip negara hukum seperti yang berlaku di Indonesia.

“Kalau cara berpikirnya seperti itu, semua sanksi pidana yang ringan sekali pun akan bisa dianggap tidak diperlukan, karena dianggap tidak memiliki efek jera,” tutur HNW.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyebut pihaknya tidak setuju dengan hukuman mati dan tambahan seperti kebiri kimia kepada terdakwa pemerkosa 13 santriwati, Herry Wirawan.

“Sebab bertentangan dengan prinsip HAM,” tutur Beka melalui layanan pesan, Kamis (13/1).

Menurut komisioner Komnas HAM ini, hak hidup seseorang tidak bisa dikurangi dalam situasi apa pun. Termasuk, penghukuman yang kejam dan tidak manusiawi seperti kebiri. (ral/jpnn/pojoksatu)