Dikuntit Pakai 2 Motor, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Juga Dihubungi OTK Tengah Malam

Dosen Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun/RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA— Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengaku dikuntit dua motor di kediamannya dan juga dihubungi OTK tengah malam via seluler.


Ubedilah Badrun merasa mendapat banyak teror usai melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada tiga bentuk teror yang dialami Dosen UNJ Ubedilah Badrun.


Pertama, kalimat ancaman via media social (medsos).

Dosen UNJ Ubedilah Badrun mengaku mendapat ancaman dalam bentuk kata-kata sindiran di media sosial.

“Narasi ancaman muncul di medsos dengan bahasa yang sarkastis, tetapi saya respons baik baik saja,” kata Ubedilah dalam keterangannya kepada JPNNcom (Grup Pojoksatu), Minggu (16/1).

Selain itu, ada 2 orang mengamati rumahnya dua hari lalu atau Jumat (14/1).

Ada orang yang mengendarai sepeda motor tengah mengamati rumahnya sekitar 20 menit.

“Orang itu menggunakan kendaraan roda dua dan duduk di tempat istirahat lapangan basket, terlihat mengamati rumah sekitar 20 menit,” kata Ubedilah.

Orang itu lantas pergi setelah sopir tetangga kediaman Ubedilah ke luar dari lokasi perumahan itu.

Ubedilah berharap orang yang telah menguntitnya tidak dalam rangka teror psikologis kepadanya.

“Saya positiv thinking saja bahwa itu semua jauh dari motif teror. Alhamdulillah saya saat ini baik baik saja,” kata Ubedilah Badrun.

Teror ketiga, pada malam hari, dia ditelepon orang tidak dikenal (OTK).

Dia mengaku dihubungi orang tak dikenal melalui sambungan telepon.

“Ada yang menghubungi saya di waktu malam, tetapi tidak tahu dari mana, saya tidak pernah mengangkatnya. Semoga bukan dalam rangka meneror,” kata Ubedilah.

Diketahui, Ubedilah melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) ke KPK pada 10 Januari 2022. (ral/jpnn/pojoksatu)