Sejarah Abadikan 8 Kali Gempa Besar di Selat Sunda, Termasuk Tsunami Lebih 30 Meter Tahun 1883

Gempa Banten pada Jumat (14/1/2022)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Catatan sejarah memperlihatkan telah terjadi delapan kali gempa besar di sekitar Selat Sunda, Banten. Salah satunya menimbulkan tsunami lebih 30 meter tahun 1883.


Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, gempa besar terjadi pada periode 1851 hingga Agustus 2019. Dan ada delapan kali gempa yang berkekuatan besar.

“Perlu kami sampaikan berdasarkan catatan sejarah kegempaan, sejak 1851 hingga 2019, telah terjadi beberapa kali gempa bumi di wilayah tersebut,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Jumat (14/1).

Kepala BMKG merinci gempa kuat di sekitar Teluk Betung dan Selat Sunda menyebabkan gelombang tsunami setinggi 1,5 meter pada Mei 1851.


Namun, tidak ada laporan berapa kekuatannya.

Kemudian, gempa yang juga tidak diketahui kekuatannya menyebabkan tsunami kecil pada 9 Januari 1852.

Tsunami di atas 30 meter akibat letusan Gunung Krakatau terjadi pada 27 Agustus 1883.

Lalu, gempa magnitudo 7,9 yang berpusat di selatan Selat Sunda dan menyebabkan kerusakan di Banten pada 23 Februari 1903.

Terjadi terjadi tsunami kecil yang teramati di Selat Sunda pasca gempa kuat, pada 26 Maret 1928.

Namun, tidak diketahui berapa kekuatan getarannya. Terjadi gempa kuat di Selat Sunda diiringi dengan kenaikan permukaan air laut atau tsunami pada 22 April 1958.

Terjadi longsoran akibat letusan Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan tsunami pada 22 Desember 2018.

Kemudian, terjadi gempa magnitudo 7,4 yang merusak di Banten dan terjadi tsunami pada 2 Agustus 2019.

Mengingat wilayah sekitar Banten atau Selat Sunda kerap terjadi gempa dengan kekuatan merusak, Dwikorita meminta bangunan menggunakan konstruksi tahan gempa bumi.

Hal ini untuk menghindari risiko kerusakan.

“Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi,” katanya.(ral/jpnn/pojoksatu)