Ini Pengakuan Warga Sekitar Pusat Gempa Banten Magnitudo 6,6, Dua Kecamatan Terdampak Kerusakan

Kerusakan yang terjadi akibat gempa Banten (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Warga di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten atau warga sekitar pusat gempa merasakan kuatnya getaran gempa magnitudo 6,6 pada Jumat (14/1). Begini pengakuan warga di sana.


Devi Oktavia (22) warga Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, mengaku turut merasakan gempa bumi tersebut.

Dia mengatakan, pada saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah sedang masak di dapur.

Devi merasakan tembok rumah serta lantai rumah yang ditempatinya bergetar.


“Lagi di rumah, lagi masak, terus ada gempa terasanya kenceng banget di sini,” katanya kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Saat terjadi gempa Jumat sore, barang-barang yang ada di rumahnya ikut bergerak. Dia dan anggota keluarganya panik dan berlarian keluar, berupaya untuk menyelamatkan diri.

“Semua warga lari menyelamatkan diri pergi ke Huntara (lokasi penyelamatan), ” katanya.

Warga di sana masih trauma atas kejadian gempa dan tsunami yang pernah dialami warga pada beberapa tahun lalu.

Sementara itu, gempa yang berpusat di Pandeglang, Banten, pada pukul 16.05 WIB, Jumat (14/1), berdampak pada kerusakan rumah warga di dua kecamatan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menerangkan, data kerusakan yang diterima pihaknya masih bersifat sementara.

“Kami mendapat laporan dampak kerusakan pada bangunan di kecamatan Munjul dan Cimanggu, Pandeglang akibat gempa tersebut,” ujar Dwikorita dalam jumpa pers virtual Jumat petang (14/1).

Dwikorita mengungkap, kekuatan gempa yang tepatnya terjadi di laut berjarak 132 km barat daya Pandeglang, Banten, dengan kedalaman 40 km, sudah diperbaharui.

“Dari hasil analisis BMKG menunjukkan parameter yang terupdate berkekuatan 6,6 magnitudo. Memang yang pertama terbaca 6,7 (magnitudo), kemudian karena lebih banyak data yang masuk menjadi 6,6 magnitudo,” paparnya.

Adapun terkait kerusakan yang dialami di dua kecamatan di Pandeglang, Dwikorita menuturkan bahwa intensitas guncangan masuk kategori skala 6 MMI.

“Getaran dirasakan oleh semua orang, dan di daerah ini juga mengakibatkan kerusakan ringan, tembok plester dapat juga lepas. Itu kriteria dari skala 6 MMI untuk tingkat guncangan,” katanya.

Lebih lanjut, Dwikorita mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi gempa susulan.

“Rekomendasi di lokasi terdampak agar tetap tenang dan tidak berpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucap Dwikorita.

“Hindari bangunan retak atau rusak dari gempa tadi. Pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan atau tak ada kerusakan yang membahayakan,” tambahnya. (ral/int/pojoksatu)