Hasto Sebut Tri Risma dan Gibran Layak Gantikan Anies Baswedan, Pengamat: Keduanya Tak ada Prestasi Menonjol Selain Marah-marah

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto RMOL
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA- Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menilai Tri Risma Maharani dan Gibran Rakabuming Raka layak menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

Menurut pengamat politik Jamiluddin Ritonga kedua tokoh politik itu belum pas menggantikan Anies Baswedan.

“Belum layak ganti Anies Baswedan masih harus diperdebatkan,” kata Jamiluddin kepada Pojoksatu.id di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Sebab, lanjut Dosen Universitas Esa Unggul itu, selama menjadi walikota Surabaya tidak ada prestasi yang menonjol.


“Pembangunan infrastruktur tampaknya tidak terlalu menonjol. Kesejahteraan masyarakat juga tidak meningkat signifikan,” ungkapanya.

Begitu juga selama menjadi Menteri Sosial juga belum ada prestasi yang menonjol.

Justeru sebaliknya, sambung Jamiluddin, banyak diketahui masyarakat hanya perilaku marah-marah daripada kinerjanya.

“Jadi yang diketahui masyarakat hanya kontroversial Risma saja,” tuturnya.

Sementara, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka juga belum ada kinerjanya yang dapat dibanggakan.

“Gibran selama menjadi walikota Solo terkesan hanya menjalankan hal-hak rutin. Belum ada gebrakan yang monumental bagi warga Solo,” tandas Jamiluddin.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengungkapkan partainya memiliki banyak stok kader yang bisa diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2024 mendatang.

Dua di antaranya adalah Menteri Sosial Tri Risma Maharini dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Hasto, jejak Risma sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode menunjukkan dia bisa membuat perubahan signifikan.

Sementara, Gibran juga harus membuktikan kepemimpinannya membawa perubahan.

“Bu Risma dalam kepemimpinan selama dua periode di Kota Surabaya mampu menunjukkan perubahan yang signifikan,” kata Hasto kepada wartawan di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Jumat (7/1).

“Mas Gibran beliau sudah terpilih sebagai Wali Kota Solo tentu saja harus juga membuktikan bagaimana kepemimpinan Mas Gibran,” sambungnya.

Hasto mengatakan, kader potensial PDI P yang berpotensi diusung dalam Pilgub DKI Jakarta tidak hanya Risma dan Gibran.

Beberapa nama kepala daerah seperti Semarang, Banyuwangi, Gianyar, dan Ngawi juga berpotensi diajukan sebagai calon Gubernur DKI.

Menurutnya, berdasarkan proses kaderisasi di Sekolah Partai PDI P, orang-orang tersebut layak maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

“Tidak hanya dua nama (Risma dan Gibran). Ada juga Anas dari Banyuwangi, Hendi dari Semarang, kemudian pak Kanang dari kabupaten Ngawi. Cukup banyak,” ujar Hasto.

(muf/pojoksatu)