Kasus SARA Ferdinand Hutahean Jadi Sorotan, Saksi Ahli dari 5 Agama Dilibatkan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Bareskrim Polri telah menaikkan kasus kicauan yang bermuatan SARA politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menjadi penyidikan.


Kasus dinaikkan ke tingkat penyidikan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan saksi ahli kemudian melakukan gelar perkara.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menegaskan, pihak tetap akan menangani kasus yang melibatkan Ferdinand Hutahaean secara profesional dan teliti.


Pasalnya kasus dugaan yang bermuatan SARA itu menjadi perhatian semua umat dan kalangan di Indonesia.

“Kasus FH (Ferdinand Hutahaean) ini kita tangani secara profesional dan teliti,” kata Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/1/2022).

Brigjen Ramadhan menuturkan, hingga saat ini ada penambahan pemeriksaan 5 saksi ahli yang terdiri dari saksi ahli agama kristiani, katolik, dan agama lainnya.

Penambahan saksi ahli tersebut sebagai upaya Polri untuk membuktikan profesionalitas dalam menangani kasus FH.

“Total saksi sudah 15 saksi telah kita periksa. 10 saksi ahli dan saksi biasa. Saksi ahli dari saksi ahli agama kristiani dan katolik,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam unggahannya pada Selasa (4/1), Ferdinand menuliskan kalimat begini, “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”.

Namun, twit pada akun @FerdinandHaean3 itu telah dihapus oleh pemiliknya. Ferdinand pun telah mengklarifikasi soal unggahannya tersebut.

Dan Ferdinand sudah buka suara terkait twitnya tentang Tuhan, yang dinilai sebagian kalangan sebagai penistaan agama.

“Itu dialog antara pikiran dan hati saya,” ujar Ferdinand saat dihubungi, Rabu.

Ferdinand Hutahaean resmi dilaporkan terkait dengan cuitannya yang dilayangkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Rabu (5/1/2021).

Dalam laporan itu, Ferdinand Hutahaean dilaporkan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian berkaitan dengan SARA dan berpotensi menimbulkan keonaran.

Oleh pelapor, Ferdinand Hutahaean diduga telah melanggar Pasal 45 a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, Ferdinand juga dianggap telah melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.

Penyidik bareskrim Polri juga telah menaikkan kasus kicauan yang bermuatan SARA politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menjadi penyidikan.

(fir/pojoksatu)