Cegah Asusila, Bupati Minta Pengawasan Lembaga Pendidikan Diperketat

pelecehan seksual anak
Pelecehan seksual anak ilustrasi

POJOKSATU.id, BANDUNG- Buntut dari terungkapnya kasus asusila di salah satu lembaga pendidikan di wilayah Ciparay Kabupaten Bandung, Bupati Bandung Dadang Supriatna akan memperketat pengawasan lembaga pendidikan.

Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, pihaknya akan mengambil sejumlah tindakan, seperti mewajibkan sertifikasi seluruh tenaga pendidik, baik di lembaga formal maupun non-formal.

“Semuanya harus diperketat, baik dalam model pengawasan, sertifikasi sekolah hingga tenaga pengajar. Termasuk keterlibatan masyarakat dalam aktivitas lembaga pendidikan,” kata Dadang di Soreang, Jumat (7/1/2022).

Tidak hanya itu, dia juga meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk segera mengeluarkan peraturan khusus, sebagai langkah preventif tindak asusila di lingkungan pendidikan keagamaan.


“Jumlah pesantren di Kabupaten Bandung terus bertambah. Oleh karenanya kita akan lebih selektif dalam memberikan izin pendirian lembaga pendidikan. Bagi pesantren atau sekolah yang tidak memenuhi syarat, kami tidak segan utnuk mencabut kembali izinnya,” ucap Dadang.

Sementara Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung Emma Dety Dadang Supriatna mengajak para orangtua meningkatkan perhatian terhadap aktivitas anak. Menurut dia, kehadiran serta keterbukaan orangtua terhadap anak, sangat penting dalam psikologi keluarga.

Berdasarkan data Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Barat, di tahun 2021 angka kasus kekerasan pada anak meningkat. Setidaknya ada 100 kasus laporan yang diterima sepanjang Januari hingga awal Desember 2021.

“Orangtua harus sudah mulai memberikan edukasi tentang seksualitas kepada anaknya, tetapi sesuai dengan umur dan metode yang tepat,” ucap dia.

(cep/pojoksatu)