Usai Habib Bahar Ditahan, Ketua IPW Sindir Polda Jabar, ‘Polisi Harus Bersikap Sama dengan Kasus Denny Siregar’

Denny Siregar. (Tangkapan layar video Cokro TV)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyindir Polda Jabar usai menahan dan menetapkan tersangka Habib Bahar. Menurut Sugeng, sikap sama harus ditunjukkan ke Denny Siregar.

Cepatnya penanganan kasus dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong oleh Polda Jawa Barat terhadap Habib Bahar bin Smith memunculkan pertanyaan bagi IPW.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mempertanyakan apakah Polri akan bertindak sama saat menangani kasus dugaan ujaran kebenciaan saat menyebut para santri calon teroris.

Apalagi, kasus Denny Siregar terjadi di Tasikmalaya yang merupakan wilayah hukum Polda Jabar.


“Polisi harus menunjukkan sikap sama, setara, gercep (gerak cepat) untuk kasus Denny Siregar juga. Bahwa apabila memenuhi unsur pidana dilanjutkan, kalau tidak dihentikan SP3, dan setidak-tidaknya ada sikap tranparansi dengan menyampaikan SP2HP pada pelapor,” ujar Sugeng Teguh Santoso, Selasa (4/1).

Ketua IPW meminta kepada Kapolda Jabar Irjen Suntana untuk memberi atensi atas kasus-kasus tersebut agar tidak muncul kesan Polri hanya sebagai alat kepentingan saja.

“Bila tidak copot saja Direskrimum Polda Jabar karena tidak menerapkan Polri Presisi sesuai perintah Kapolri,” kata Sugeng Teguh Santoso atau STS.

Sementara itu Sebelumnya, Kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta, menyatakan bahwa penetapan tersangka yang dilakukan terhadap kliennya merupakan tanda dari matinya demokrasi.

“Yang jelas, luar biasa ya, Innalillahi wa Innailaihi Rajiun, berarti memang keadilan dan demokrasi di negara kita ini sudah mati sebagaimana yang disampaikan Habib Bahar ketika akan diperiksa,” kata dia melalui sambungan telepon, Selasa 4 Januari 2022.

Ichwan menambahkan, penetapan tersangka yang dilakukan terhadap kliennya terlalu cepat.

“Panitia penyelenggara kegiatan ceramah yang diadakan di Margaasih, Kabupaten Bandung, belum dimintai keterangan,” jelasnya.

Ichwan menjelaskan bahwa pihaknya siap mentaati prosedur hukum.

“Tidak ada proses dulu atau interval memeriksa saksi dari pihak kepolisian. Saya bahkan mendapat informasi, panitia penyelenggara pada saat diadakan pengajian itu sampai saat ini belum diperiksa loh, saksinya saja. Saksinya belum diperiksa,” terangnya.

Dengan penetapan tersangka, dinilai Ichwan merupakan rangkaian bentuk pembungkaman kritik terhadap pemerintah yang dimulai dari tewasnya enam anggota laskar FPI.

“Pembungkaman kritik, mulai dari penangkapan Habib Rizieq, hingga penangkapan Munarman,” tuturnya.

Ditegaskannya, bahwa ini bagian dari urutan membungkam kritik terhadap pemerintahan yang ada.

“Saya kira, jadi pasti ada sponsornya. Sekarang Habib Bahar dibungkam,” kata dia. (ral/rmol/pojoksatu)