Soal Peleburan Ejikman dengan BRIN, Wakil Ketua DPR Janji Akan Lakukan Ini

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Selasa (11/2/2020). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, pihaknya akan mengawasi proses peleburan Lembaga Peneliti Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke dalam BRIN.

Hal itu disampaikan merespons kritikan sejumlah pihak terkait dengan langkah peleburan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ke dalam BRIN.

“Nanti kami akan minta ke komisi teknis terkait untuk melakukan pengawasan terhadap peleburan ini,” kata Dasco kepada wartawan, Senin, (3/1/2022).

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu meminta, agar peleburan Eijkman ke BRIN dapat memperhatikan hak dari para pegawai dan peneliti.


“Tetapi juga perlu diperhatikan adalah hak-hak dari pegawai serta peneliti. Jangan dilupakan hak-haknya dalam hal peleburan ini,” ucap Dasco.

Ia berharap, agar proses peleburan ini dapat membuat kerja-kerja penelitian tetap bisa berjalan dengan baik dan lancar, dan efektif.

“Tentunya dengan adanya proses peleburan ini,” turur Dasco.

Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko angkat suara soal peleburan Eijkman ke dalam BRIN.

Ia menuturkan bahwa terintegrasinya Eijkman ke dalam BRIN bertujuan untuk memperkuat kompetensi periset biologi molekuler di Indonesia.

Ia juga menyampaikan, sejak September 2021, nama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman berubah menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman.

Adapun lembaga penelitian ini dibentuk untuk melakukan penelitian dasar.

Itu dalam biologi molekuler medis serta bioteknologi dan diklaim menjadi tempat lahir Ilmu Vitamin dan Kedokteran Tropis.

Lembaga Biologi Molekular Eijkman secara resmi berdiri sejak Juli 1992 dan mulai beroperasi pada April 1993. Dan dilantik secara resmi yang dilakukan oleh Presiden Soeharto pada 19 September 1995.

Menurut sejarah, yang dilansir dari situs resmi Eijkman.co.id, Senin,( 03/01/22).

Pada 1888, lembaga Eijkman ini adalah sebuah yayasan yang di gunakan sebagai Laboratorium Penelitian untuk Patologi dan Bakteriologi.

Nama Eijkmen yang tersemat pada lembaga tersebut diambil dari nama seorang ilmuwan asal Belanda.

Juga sekaligus pemenang hadiah Nobel pada 1929 atas karya temuan hebatnya, yakni Christiaan Eijkman.

(muf/pojoksatu)