Implementasi RCEP dan Presidensi G20 Perkuat Pasar Modal 2022

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato memastikan, program Pemulihan Ekonomi Nasioal (PEN) akan dilanjutkan di tahun 2022.

Untuk itu, pemerintah telah mempersiapkan strategi untuk meraih peluang dan menjawab tantangan di tahun 2022.

Diantaranya melalui kebijakan PPKM, percepatan vaksinasi secara masif, dan Program PEN menjadi instrumen utama di tahun 2022.

“Program PEN di tahun 2022 akan didorong untuk front loading dan akan membantu mengamankan trajectory pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Airlangga, Senin (3/1/2021).


Terkait Presidensi G20, Indonesia juga berkesempatan menampilkan keberhasilan reformasi struktural di tengah pandemi.

Antara lain Undang-Undang Cipta Kerja dan Indonesia Investment Authority (Sovereign Wealth Fund) sehingga akan meningkatkan confidence Investor Global.

Keuangan berkelanjutan dan arsitektur keuangan internasional juga telah menjadi bagian dari agenda prioritas yang akan memberikan kontribusi positif terhadap sektor keuangan, termasuk pasar modal Indonesia.

Selain itu, perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang ditargetkan selesai diratifikasi pada kuartal I tahun 2022 juga menjadi hal yang semakin penting di tengah guncangan ekonomi global yang diakibatkan perang dagang dan pandemi Covid-19.

Saat ini, sudah ada 7 Negara ASEAN (Brunei, Kamboja, Laos, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Myanmar) dan 5 Negara Mitra ASEAN (RRT, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan) yang telah merampungkan ratifikasi.