Inikah Ceramah Pengajar Ponpes As-Sunnah yang Pancing Kemarahan Masyarakat Lombok Timur?

Pengajar Ponpes As-Sunnah Lombok Timur Ustadz Mizan Qudsiah

Ia menyatakan sama sekali tak bermaksud menghina atau melecehkan makam leluhur Lombok.

“Ini kita menyebut perbuatan dahulu, kemudian kita menukil ucapan, membawakan ucapan orang alim. Maka ini kita perlu kita ingatkan, perlu kita klarifikasi kepada seluruh kaum muslimin,” jelasnya.

Dia menyatakan bahwa potongan video itu pula yang akhirnya memicu kemarahan masyarakat.

“Wajar mereka marah, karena yang dipotong itu seolah-olah kita menjelekkan. Padahal kita menyebut peristiwa,” kata dia lagi.


Kendati demikian, dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lombok.

“Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini dimaklumi dan kita minta maaf sekiranya memang ada tutur kata yang salah karena kita tidak lepas dari kesalahan,”

“Tidak ada niat sama sekali untuk mau menghinakan,” tandasnya. (radarlombok/pojokatu)