Begini Tanggapan Ketum PA 212 Soal Brigjen Achmad Fauzi Datangi Habib Bahar, ‘Jadi Ikut Malu Kita’

Ketum PA 212 Ustadz Slamet Maarif

POJOKSATU.id, JAKARTA— Danrem 061/Suryakancana Brigjen Achmad Fauzi mendatangi pondok pesantren Habib Bahar di daerah Kemang Bogor. Ketum PA 212 Ustadz Slamet Maarif menanggapi hal ini.

Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustadz Slamet Maarif mengaku menyayangkan dan prihatin atas sikap anggota TNI berpangkat Brigjen yang menyambangi Pondok Pesantren Habib Bahar bin Smith beberapa waktu lalu.

“Menyayangkan dan prihatin,” ujar Ketua Umum (Ketum) PA 212, Ustaz Slamet Maarif kepada Kantor Berita Politik RMOL (Grup Pojoksatu), Minggu (2/1).

Menurut Slamet, anggota TNI berpangkat Brigjen yang mendatangi Habib Bahar dianggap tidak sesuai dengan tugas dan wewenang sebagai Jenderal TNI.


“Oknum TNI sudah tidak sesuai tugas dan wewenang, jadi ikut malu kita,” pungkas Slamet.

Sebelumnya Wasekjen PA 212, Habib Novel Bamukmin juga menilai bahwa petinggi TNI yang menggeruduk Pondok Pesantren Tajul Alawiyun pimpinan Habib Bahar merupakan suatu tindakan yang sangat keliru dan melanggar delapan wajib TNI terhadap rakyat.

Novel berpendapat, seharusnya Brigjen Achmad Fauzi harus dicopot dari jabatannya.

“Bukan didukung atau dibela oleh para petingginya juga rezim ini atau juga malah dinaikan pangkatnya secara cepat nantinya seperti Jenderal Dudung yang membuat kegaduhan,” ujar Novel.

Menurut Novel, ulah yang dilakukan Jenderal Dudung membuat Brigjen Achmad Fauzi diduga iri dengan cara cepat agar naik pangkat seperti Dudung sebelumnya. (ral/rmol/pojoksatu)