Fakta Baru Versi Pengakuan Kopda Andreas, Bantah Mobil Kolonel Priyanto Tabrak Sejoli di Nagreg

Kolonel Priyanto di ruang tahanan POM Kodam XIII/Merdeka Foto: Pendam/XIII Merdeka

“Karena tidak ada yang membantu, sehingga Kolonel Inf Priyanto berinisiatif dan memerintahkan saya dan Koptu Ahmad Sholeh untuk memasukkan korban ke dalam mobil Panther yang kami kendarai,” ungkapnya.


Di dalam mobil, Kopda Andreas Dwi Atomoko sempat menyarankan kepada Kolonel Priyanto membawa kedua korban ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat di Nagreg.

BACA: Kopda DA Ungkap Kolonel Priyanto Yang Tolak Bawa 2 Remaja ke Rumah Sakit, Malah Lakukan Hal Ini


“Akan tetapi Kolonel Inf Priyanto menolak dan mengambil alih kemudi mobil,” sambungnya.

Ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan sampai tiba di Sungai Serayu, Kabupaten Cilacap sekitar pukul 21.00 WIB.

“Kolonel Priyanto memerintahkan untuk membuang kedua korban ke dalam Sungai Serayu dari atas jembatan,” bebernya.

Dari dalam mobil, jenazah sejoli didorong Kopda Ahmad Sholeh. Sementara dirinya bersama Kolonel Priyanto turun dari mobil.

Jenazah sejoli itupun kemudian diseret Kopda Andreas Dwi Atmoko dan Kolonel Priyanto.