Novel Bamukmin Ungkap Kedekatan Gus Yahya dengan Israel, Katanya: Adik Kakak Sama, Suka Bikin Gaduh

Novel Bamukmin

POJOKSATU.id, JAKARTA- Gus Yahya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menilai, terpilihnya
Yahya Cholil Staquf menjadi Ketum PBNU tentu tak akan jauh pemikirannya dengan adiknya, Yaqut Cholil Qoumas.


Di mana Gus Yaqut sendiri kerap membuat gaduh umat lewat pemikirannya yang kerap mendiskriditkan agamanya sendiri.

“Adapun Yahya Staquf ini adalah kakak dari Yaqut yg menjadi Menag sepengetahuan saya sama saja (pemahaman) keduanya,” kata kata Novel saat dihubungi Pojoksatu, Sabtu (25/12/2021).

Yaqut dan Yahya ini, kata Novel, memang kerap membuat gaduh lewat pemahamannya dan statemennya.


Bahkan keduanya ini, memang dikenal memiliki faham-faham yang bertentangan dengan nilai-nilai islam.

“Yaqut dan Yahya ini sudah membuat gaduh umat Islam dengan statemennya dengan paham- pahamnya bertentangan dengan islam,” ujar Novel.

Tak hanya itu, lanjut Novel, ia menilai kaka beradik ini juga mempunyai kedekatan dengan Israel.

Hal itu bisa dibuktikan beberapa waktu lalu, kata Novel, keduanya sempat berkunjung ke Israel.

“Ada kedekatannya dengan Israel yang mana sempat berkunjung ke Israel padahal Israel adalah musuh Islam,” ujarnya.

“Ini sempat menuai keprihatinan dari kelompok di Palestina baik Hamas serta Fatah dan pastinya juga dari ulama dan sebagian besar umat Islam Indonesia,” ungkap Novel.

Untuk diketahui, Yahya Cholil Staquf aliaa Gus Yahya meraih suara terbanyak dalam pemilihan Ketua PBNU.

Ia memenangkan pemungutan suara tahap kedua mengalahkan calon lain Said Aqil Siroj di Muktamar yang digelar di Lampung, Jumat (24/12/2021)

Hal tersebut sebagaimana terpantau dari siaran langsung perhitungan suara dalam Muktamar NU tersebut.

Yahya Cholil Staquf meraup 337 suara sementara Said Aqil Siraj 210. Dengan begitu Gus Yahya resmi terpilih jadi Ketua PBNU periode 2021-2016.

Yahya Cholil Staquf atau populer disapa Gus Yahya itu secara tegas menyatakan maju menjadi calon Ketum PBNU bukan karena diminta.

“Saya nyalon ketua umum, melamar pekerjaan. Pekerjaannya apa? menjadikan NU sebagai model peradaban di masa depan. Bukan karena, jika saya jadi ketua umum NU bisa nyalon presiden, nyalon wakil presiden. Itu saya tidak mau,” kata Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya, Selasa (21/12/2021).

(fir/pojoksatu)