Novel Bamukmin Ungkap Gus Yahya dan Gus Yaqut Sempat Berkunjung ke Israel, Hal Itu Tuai Keprihatinan dari Palestina

Gus Yahya dan KH Said Aqil Siroj di Muktamar NU ke 34 (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengungkap KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya serta Gus Yaqut pernah berkunjung ke Israel dan ini menuai keprihatinan dari Palestina.


Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menilai terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjadi Ketum PBNU tentu tak akan jauh pemikirannya dengan adiknya Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Di mana Menag Gus Yaqut sendiri dianggap kerap membuat gaduh umat lewat pemikirannya yang kerap mendiskriditkan agamanya sendiri.


“Adapun Yahya Staquf ini adalah kakak dari Yaqut yang menjadi Menag. Sepengetahuan saya, sama saja (pemahaman) keduanya,” kata kata Novel saat dihubungi Pojoksatu, Sabtu (25/12/2021).

Yaqut dan Yahya ini, kata Novel, memang kerap membuat gaduh lewat pemahamannya dan statemennya.

Bahkan keduanya ini, memang dikenal memiliki faham-faham yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

“Yaqut dan Yahya ini sudah membuat gaduh umat Islam dengan statemennya dengan paham- pahamnya bertentangan dengan Islam,” ujar Novel.

Tak hanya itu, lanjut Novel, ia menilai kakak beradik ini juga mempunyai kedekatan dengan Israel.

Hal itu bisa dibuktikan beberapa waktu lalu, kata Novel Bamukmin, keduanya sempat berkunjung ke Israel.

“Ada kedekatannya dengan Israel yang mana sempat berkunjung ke Israel padahal Israel adalah musuh Islam,” ujarnya.

“Ini sempat menuai keprihatinan dari kelompok di Palestina baik Hamas serta Fatah dan pastinya juga dari ulama dan sebagian besar umat Islam Indonesia,” ungkap Novel.

Untuk diketahui, Yahya Cholil Staquf aliaa Gus Yahya meraih suara terbanyak dalam pemilihan Ketua PBNU.

Ia memenangkan pemungutan suara tahap kedua mengalahkan calon lain Said Aqil Siroj di Muktamar yang digelar di Lampung, Jumat (24/12/2021)

Hal tersebut sebagaimana terpantau dari siaran langsung perhitungan suara dalam Muktamar NU tersebut.

Yahya Cholil Staquf meraup 337 suara sementara Said Aqil Siraj 210. Dengan begitu Gus Yahya resmi terpilih jadi Ketua PBNU periode 2021-2016.

Yahya Cholil Staquf atau populer disapa Gus Yahya itu secara tegas menyatakan maju menjadi calon Ketum PBNU bukan karena diminta.

“Saya nyalon ketua umum, melamar pekerjaan. Pekerjaannya apa? menjadikan NU sebagai model peradaban di masa depan. Bukan karena, jika saya jadi ketua umum NU bisa nyalon presiden, nyalon wakil presiden. Itu saya tidak mau,” kata Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya, Selasa (21/12/2021). (fir/pojoksatu)