Bahayakan Nyawa, Lebih 8 Tahun Kabel Listrik PLN Disangkutkan Petugas ke Pohon Karet di Tambangan

Petugas PLN menaiki pohon karet yang disangkutkan kabel listrik PLN di Adian Marangin Tambangan Tonga (ikror)

POJOKSATU.id, TAMBANGAN— Lebih 8 tahun kabel listrik PLN di Adian Marangin Desa Tambangan Tonga, Tambangan, Madina, Sumut, disangkutkan petugas PLN ke pohon karet sehingga membahayakan nyawa warga.

Najamuddin (46), salah seorang warga di Dusun Adian Marangin, Desa Tambangan Tonga, menceritakan, sejak awal listrik PLN masuk ke Adian Marangin, petugas PLN tidak pernah memasang tiang PLN atau tiang distribusi listrik PLN di dusun Adian Marangin.

“Kabel PLN disangkutkan ke pohon karet sudah lebih 8 tahun. Pada awalnya dulu, petugas PLN yang datang itu menyebutkan, mereka menyangkutkan kabel PLN hanya sementara saja, makanya saya setuju,” ungkap Najamuddin, pemilik pohon karet.

Disebabkan alasan petugas PLN hanya menyangkutkan sementara saja, Najamudin pun setuju. Namun ternyata petugas PLN yang datang saat itu berbohong.


Buktinya hingga 8 tahun lebih atau sejak 2012 lalu, petugas PLN tidak pernah memasang tiang listrik PLN untuk distribusi listrik ke rumah warga di dusun Adian Marangin ini.

“Aliran listrik PLN yang dibagikan ke 15 Kepala Keluarga (KK) di dusun ini didistribusikan dari tiang sementara pohon karet itu,” jelas Najamuddin, yang rumahnya hanya 4 meter saja dari lokasi pohon karet.

Bukan saja Najamuddin yang keberatan, 15 KK di dusun Adian Marangin juga keberatan disebabkan di kala musim hujan lebat turun, percikan api sering muncul dari pohon karet ini.

“Percikan api sudah lebih 5 kali muncul dari pohon karet tersebut terutama saat musim hujan,” jelasnya.

Anak-anak kecil juga sering memanjat pohon jambu yang berada persis di samping pohon karet tersebut.

Dia bersama 15 KK di sana berharap agar PLN Rayon Kotanopan memasang tiang listrik PLN permanen di Dusun Adian Marangin Desa Tambangan.

“Kami sudah pernah mengajukan secara tertulis permohonan agar tiang listrik PLN dibangun di Dusun Adian Marangin. Kami antar surat tersebut ke Kantor PLN Kotanopan. Namun sampai sekarang tidak direspon,” jelasnya.

Surat permohonan itu diajukan sekitar lima bulan lalu atau Juni lalu.

Selain mengajukan secara tertulis, Najamuddin juga sering menyampaikan hal tersebut ke petugas PLN yang sering melintasi di Desa Tambangan Tonga yaitu petugas PLN yang berasal dari Desa Panjaringan.

“Petugas ini mengatakan akan saya laporkan, namun hingga hari ini tidak pernah dibangun listrik PLN permanen di Dusun Adian Marangin,” jelasnya.

Najamuddin menambahkan, sekitar tahun 2007 atau 2008 lalu, ada warga Desa Tambangan Tonga yang meninggal tersengat arus listrik akibat jatuhnya kabel listrik ke aliran Aek Silango di dekat madrasah.

Najamuddin pun khawatir hal tersebut terjadi lagi atau terulang lagi jika kabel listrik ini tetap dibiarkan menggantung di pohon karet tersebut.

Sementara Kepala PLN Rayon Kotanopan Ikbal Rangkuti dihubungi melalui telepon seluler mengatakan, proses pengajuan untuk tiang listrik PLN permanen di Dusun Adian Marangin ini butuh waktu.

“Kalau pengajuan tiang listrik butuh waktu pak, tak bisa hari ini dilaporkan, hari ini ada. Kami harus bikin pengajuan dulu ke Sidimpuan,” katanya.

Disinggung bahwa pengajuan tertulis sudah dilakukan lama oleh warga, Ikbal Rangkuti mengatakan tidak mengetahui hal tersebut.

Pantauan Pojoksatu.id, sekitar pukul 10.30 WIB Sabtu (25/12) beberapa petugas PLN Rayon Kotanopan sudah melakukan pemangkasan pohon karet dimaksud yang berlokasi di Dusun Adian Marangin Tambangan Tonga.(ral/pojoksatu)