Sarankan Husin Shihab Belajar Hukum, Novel Bamukmin Sebut Pelaporan Habib Bahar Kental Kepentingan Politik

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menyayangkan sikap Husin Shihab yang melaporkan Habib Bahar dan Eggi Sudjana ke polisi. Menurutnya pelaporan ini kental kepentingan politik.

Husin Shihab yang merupakan Ketua Cyber Indonesia itu harus lebih faham bahwa kasus tersebut baiknya diselesaikan dengan cara saling tabayyun.

“Seharusnya Husin Shihab yang justru katanya berkecimpung dalam dunia cyber harusnya paham hal ini, bukan malah melaporkan,” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu.id, Rabu (22/12/2021).

Novel menilai, langkah yang ditempuh Husin Shihab itu syarat dengan kepentingan politik.


Sehingga pelaporan yang dilayangkannya itu cendrung membuat gaduh sesama anak bangsa.

“Ini sangat kental dengan kepentingan politik. Sehingga Husin Shihab salah satu yang melaporkan malah menjadi tambah gaduh,” ujarnya.

Karena itu, Novel menyarankan agar Husin Shihab belajar lagi tentang hukum agar tak gagal faham, termasuk agar dirinya tak mudah disetir oleh kepentingan politik.

“Pelaporan (Habib Bahar dan Eggi) itu berdasarkan kegagal pahaman tentang hukum. Harusnya (Husin Shihab) mengkomunikasikan permasalahan ini untuk tabayyun kepada kedua belah pihak sehingga jelas tidak terbawa bawa dalam kepentinhan politik,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab, Senin (20/12/2021), diperiksa penyidik Polda Metro Jaya sebagai pelapor Bahar Smith dan Eggi Sudjana terkait kasus dugaan kasus penyebaran ujaran kebencian.

Husin melaporkan Eggi dan Bahar terkait memberikan penjelasan yang berbeda kepada publik, soal pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman.

“Pemeriksaan lancar ada beberapa pertanyaan yang saya jawab sesuai dengan bukti-bukti yang saya kumpulkan,” kata Husin kepada wartawan.

Habib Bahar Smith dan Eggi Sudjana kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antar golongan atau SARA.

Laporan keduanya teregistrasi dengan Nomor: LP/B/6146/XII/2021/SPKT POLDA METRO JAYA. Laporan itu dilayangkan oleh seseorang pada tanggal 7 Desember 2021.

Sementara itu, dalam surat laporan polisi lainnya yang beredar, Habib Bahar juga dilaporkan oleh seorang mahasiswa yang berasal dari Serang Banten. Habib Bahar dilaporkan terkait kasus ujaran kebencian.

Laporan tersebut teregistrasi dengan laporan polisi Nomor : LP/B/6354/XII/2021/SPKT POLDA METRO JAYA tertanggal 17 Desember 2021.

Dari Laporan Polisi tersebut, Habib Bahar Bahar Smith dan Eggi Sudjana disangkakan dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 dan atau Pasal 32 Ayat 1 Juncto Pasal 48 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP. (fir/pojoksatu)