Aziz Yanuar Heran Habib Bahar Dilaporkan, Penjara kok Diisi Oposisi Penguasa

Habib Rizieq Shihab.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Eks Sekretaris Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar, mengaku heran dengan pelaporan terhadap Habib Bahar Smith.

Aziz menilai, Habib Bahar tak semestinya dilaporkan atas tudingan ujaran kebencian kepada KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

BACA: Heboh Biodata Habib Bahar di Wikipedia Diubah, Ada Tulisan Pendiri Pondok Pesantren Tuyul

Aziz Yanuar pun mempertanyakan penegakan hukum di Indonesia.


Sebab, yang terjadi selama ini adalah, orang yang berseberangan dengan pemerintah, kerap menjadi ‘target’.

“Repot juga ya kalau sedikit-sedikit (bersebrangan dengan pemerintah) dilaporkan,” kata Aziz saat dihubungi, Rabu (22/12/2021).

Semestinya, kata Aziz, memburu para pelaku kejahatan dan kriminalitas adalah pekerjaan utama para penegak hukum.

Sebab, mereka lah yang memang seharusnya meringkuk di dalam penjara. Bukan orang-orang yang berada di barisan oposisi.

“Penjara itu harusnya diisi pelaku kriminal bukan yang berseberangan pendapat dengan penguasa,” tegas Aziz.

Sebelumnya, penyidik telah memanggil dan memeriksa Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab, Senin (20/12/2021) malam.

BACA: Perseteruan Jenderal Dudung dan Habib Bahar, Pengamat: Gak Elok Jenderal Ribut dengan Rakyat

Husin Shihab diperiksa penyidik sebagai pelapor atas laporan terhadap Bahar Smith dan Eggi Sudjana terkait kasus dugaan kasus penyebaran ujaran kebencian.

“Pemeriksaan lancar ada beberapa pertanyaan yang saya jawab sesuai dengan bukti-bukti yang saya kumpulkan,” kata Husin Shihab kepada wartawan.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti dua laporan terhadap Habib Bahar Smith.

“Ini masih dipelajari. Didalami dulu, nanti baru ditindaklanjuti,” ungkap Zulpan, Senin (20/12/2021).

“Yang jelas, semua laporan akan ditindaklanjuti kepolisian,” jawabnya.

Adapun Habib Bahar Smith dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan atau kelompok berdasarkan SARA dan atau penghinaan terhadap penguasa negara. (fir/pojoksatu)