Ternyata Pelapor Habib Bahar Seorang Mahasiswa Asal Banten, Ada Dua Laporan Masuk ke Polda Metro

Habib Bahar Smith (jpnn)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Terungkap, salah satu pelapor Habib Bahar Smith ke Polda Metro Jaya ternyata seorang mahasiswa asal Serang Banten. Habib Bahar dilaporkan kasus ujaran kebencian pada 7 Desember lalu.

Habib Bahar Smith dan Eggi Sudjana kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antar golongan atau SARA.

Laporan keduanya teregistrasi dengan Nomor: LP/B/6146/XII/2021/SPKT POLDA METRO JAYA. Laporan itu dilayangkan oleh seseorang pada tanggal 7 Desember 2021.

Sementara itu, dalam surat laporan polisi lainnya yang beredar Habib Bahar juga dilaporkan oleh seorang mahasiswa yang berasal dari Serang Banten. Habib Bahar dilaporkan terkait kasus ujaran kebencian.


Laporan tersebut teregistrasi dengan laporan polisi Nomor : LP/B/6354/XII/2021/SPKT POLDA METRO JAYA tertanggal 17 Desember 2021.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membenarkan adanya dua laporan terhadap terlapor Habib Bahar Smith.

“Iya ada (dua ) laporan terhadap Habib Bahar terkait ujaran kebencian,” kata Zulpan saat dihubungi, Senin (20/12/2021).

Dari Laporan Polisi tersebut, Habib Bahar Bahar Smith dan Eggi Sudjana disangkakan dengan Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 dan atau Pasal 32 Ayat 1 Juncto Pasal 48 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP.

Seperti diketahui, Habib Bahar dinyatakan bebas murni pada Minggu, 21 November 2021.

Habib Bahar dijemput dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur oleh pengacara dan sejumlah santrinya.

Dia ditahan pada 18 Desember 2018 karena kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online.

Setelah bebas, Habib Bahar langsung membuat sebuah video pernyataan. Dalam video tersebut, dia menegaskan akan terus lantang menyampaikan kebenaran dan melawan ketidakadilan

Ulama asal Manado ini mengatakan akan terus memperjuangkan keadilan bersama umat dan rakyat Indonesia.

“Insya Allah kita akan bersama-sama berjuang, berdakwah untuk selalu menyampaikan kebenaran menegakkan keadilan, melawan segala kezaliman dan ketidakadilan dari manapun datangnya,” ungkapnya. (fir/pojoksatu)