Ruhut Sitompul Ikut-ikutan Komentari Habib Bahar, Harus Segera Diamankan, Sangat Berbahaya

Habib Bahar Smith (jpnn)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ruhut Sitompul ikut menanggapi pelaporan terhadap Habib Bahar Smith di Polda Metro Jaya. Menurutnya Habib Bahar orang sangat berbahaya, harus segera diamankan.

Ruhut Sitompul menilai Habib Bahar adalah orang yang sangat berbahaya dan harus segera ditangkap polisi.

“Kalau aku bilang orang model Habib Bahar ini harus segera diamankan. Sangat berbahaya,” kata Ruhut Sitompul, Senin (20/12).

Eks politikus Demokrat yang belakangan jadi Politikus PDIP ini mengatakan polisi harus segera menindaklanjuti kasus Habib Bahar dan Eggi Sudjana yang juga dilaporkan di Polda Metro Jaya.


Baca Juga:

Habib Bahar Dicari-cari Prajurit TNI: Saya Muslim, Kamu Muslim, Saya Cari Kamu Bib!

“Kalau aku memang setuju banget itu orang harus segera diproses, termasuk itu ikut-ikut juga sosok ya sudah tua mau sok-sok tampil lagi berlagak keras, namanya Eggi Sudjana,” ujarnya.

“Jadi, sudahlah dua-dua ini harus segera diproses dan Pak Sigit sebagai Kapolri ini tugas dia sebagai Kapolri. Sudahlah, apalagi, tindak dia,” sambung Ruhut.

Sebelumnya, Habib Bahar dan Eggi diduga menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan atau permusuhan individu dan atau kelompok berdasarkan SARA dan atau penghinaan terhadap penguasa negara.

Laporan terhadap Habib Bahar dan Eggi Sudjana teregister dengan nomor LP/B/6146/XII/2021/SPKT Polda Metro Jaya, tertanggal 7 Desember.

Sementara itu, dalam tayangan video yang beredar dimana Habib Bahar disebut menantang polisi. Tayangan video ini berdurasi 2 menit 18 detik.

Berikut petikan video Habib Bahar meminta pihak kepolisian agar tidak melakukan intimidasi kepada panitia ceramah.

Habib Bahar menegaskan agar polisi mendatanginya secara langsung bukan menekan panitia acara ceramah.

“Saya sampaikan kepada pihak-pihak kepolisian, andaikan kalau kalian mau mengintimidasi, teror, mau mendatangi, jangan datangi panitia, jangan intimidasi panitia, kenapa enggak datang ke saya?” kata Habib Bahar dalam video tersebut.

“Datangi saya, intimidasi saya. Teror saya kenapa datangnya ke panitia. Datang dong ke saya. Bib jangan ceramah Bib,” ucapnya.

Masih dalam tayangan video ini, Habib Bahar pun mempertanyakan alasan polisi jika melarangnya ceramah.

Sebab menurutnya Indonesia merupakan negara demokrasi yang memberikan hak kepada setiap orang untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya.

“Memang kau siapa mau mengatur-atur saya? Ini negara demokrasi, betul? NKRI harga mati, betul? Pancasila harga mati, betul? UUD 1945 harga mati, betul? Merah Putih harga mati, betul?” serunya.

Habib Bahar mengungkapkan jika jadi pejabat Negara, jangan enggan dikritik.

Jika tak mau dikritik, Habib Bahar meminta mereka untuk menjadi rakyat biasa saja.

Habib Bahar mengatakan kalau seragam yang dikenakan aparat serta seluruh fasilitasnya berasal dari rakyat.

“ Kita ini rakyat, kita masyarakat. Seragam kalian dari rakyat. Saya Tanya, seragam mereka dari siapa. Gaji mereka dari siapa. Mobil dinas mereka dari siapa. Rumah dinas mereka dari siapa. Dari rakyat,” jelasnya.

“Kita memberikan nasihat biar itu orang jadi baik, jadi benar. Semakin kalian larang, semakin jadi saya,” katanya.

“Saya sebenarnya gak mau hadir. Saya lagi sakit. Suara saya lagi sakit. Badan saya lagi meriang. Begitu saya dengar panitia bilang didatangi polisi, langsung sembuh saya,” ucapnya lagi dalam video itu. (ral/jpnn/pojoksatu)