Gubernur Jabar Kaji Ulang Target Vaksinasi Kabupaten Bogor

Ridwan Kamil
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bersama Bupati Bogor, Ade Yasin saat ditemui di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Sabtu (18/12)./Foto: Rishad

POJOKSATU.id, BOGOR– Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan Satgas Covod-19 Jawa Barat sedang menindaklanjuti keinginan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor untuk merevisi target vaksinasi Covid-19.


“Sedang dievaluasi, diverifikasi. Karena data tidak boleh sembarangan. Harus transparan. Kita verifikasi dulu,” kata Ridwan Kamil, ditemui di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Sabtu (18/12).

Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor diketahui mengajukan revisi target vaksinasi Covid-19.


Hal itu karena tidak sesuai dengan data jumlah penduduk dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2021.

Berdasarkan data BPS itu, populasi penduduk Kabupaten Bogor pada Agustus 2021 sekitar 5,4 juta jiwa.

Sementara target vaksinasinyang diberikan untuk Kabupaten Bogor menggunakan data 2019 yang saat itu penduduk mencapai hampir 6 juta jiwa.

Saat ini, target vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor sekitar 4,2 juta jiwa atau 70 persen dari populasi sekitar 6 juta penduduk.

Namun, jika mengacu pada data kependudukan terbaru, target vaksinasi di Kabupaten Bogor seharuanya hanya sekitar 3,78 juta jiwa atau 70 persen dari sekitar 5,4 juta penduduk.

Menurut Ridwan Kamil, masyarakat tidak perlu kaget dengan adanya masalah validasi data ini.

Terpenting, kata dia, data yang diberikan Satgas Covid-19 dapat dibuktikan dan apa adanya.

“Covid-19 mengajarkan kita bahwa, data jadi masalah bangsa ini. Jadi jangan kaget. Yang penting benar dan tidak ada rekayasa. Kalau sudah diverifikasi, artinya realisasi vaksinasi di Kabupaten Bogor sudah melampaui target,” kata lelaki yang akrab disapa Emil itu.

Masih di tempat yang sama, Bupati Bogor, Ade Yasin yang sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor mengakui bahwa pihaknya kini tidak lagi melihat prosentase.

Namun, dari banyaknya jiwa yang sudah divaksin.

“Kalau pakai data terbaru, realisasi kita sudah di atas 60 persen. Yang sudah divaksin sudah di atas 4 juta jiwa. Kita lanjutkan saja terus, dengan vaksinasi door to door hingga vaksin malam,” kata Ade.

Di sisi lain, Ade mengakui tim vaksinasi di lapangan mulai kesulitan untuk menjaring orang-orang untuk divaksin.

Karena, khususnya di kawasan perkotaan sudah mengikuti vaksinasi.

“Kita sih inginnya ya sesuai dengan jumlah penduduk terbaru saja. Karena serbuan vaksinasi sudah segala cara dilakukan. Baik door to door, hingga vaksin malam, tapi sudah mulai sulit menemukan yang belum divaksin,” kata Ade.(cek/pojokbogor)