Dulu Demokrat Dukung Presidential Threshold 20 Persen, Kini Malah Menolak, Ini Kata Anak Buah AHY

Benny K Harman

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pada Pilpres 2009 dan 2014 lalu, Partai Demokrat mendukung presidential threshold atau ambang batas presiden 20 persen. Namun kini, Demokrat AHY ini menolak PT 20 persen.

Diketahui, usai ramai Ketua KPK Firli Bahuri melontarkan PT atau ambang batas presiden 0 persen, maka beberapa partai politik yang ada di Senayan, mendukung hal ini, salah satunya Partai Demokrat.

Partai Demokrat menjadi salah satu partai politik yang kini menolak presidential threshold (PT) 20 persen.

Hal ini tentu menuai pertanyaan publik lantaran Demokrat di Pilpres 2009 dan 2014 sebelumnya selalu mendukung ambang batas pencalonan presiden 20 persen.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman memberikan komentar di laman Twitternya.

“Ada pertanyaan, mengapa di Pilpres 2009 dan 2014, Demokrat mendukung threshold 20 persen?” kata Benny Harman dikutip dari akun Twitternya, Jumat (17/12).

Benny K Harman menjelaskan, sikap dukungan Demokrat terhadap PT 20 persen pada Pilpres sebelumnya dilakukan karena gelaran Pilpres dan Pileg dipisah, atau tidak serentak.

Saat ini, Pileg dan Pilpres digelar serentak dan membuat PT 20 persen sudah tidak relevan.

“Sejak 2019, Pileg dan Pilpres sudah serentak. Semua parpol peserta pemilu berhak ajukan capres/cawapres. Udah paham?” kata Benny Harman. (ral/rmol/pojoksatu)