Buntut Kasus Aipda Rudi Panjaitan, Kapolda Metro Sidak SPKT Polda Metro, Kalau Ada yang Minta Duit Laporkan ke Saya!

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran melakukan sidak di SPKT Polda Metro

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran melakukan sidak ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.


Sidak ini buntut dari kasus viral belakangan ini yakni adanya penolakan laporan korban perampokan di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur.

Dalam inspeksi dadakan ini, jendral bintang dua ini tampak berbincang hangat dengan masyarakat yang tengah mengurusi surat SKCK.

“Bayarnya di mana. Berapa bayarnya?,” kata Fadil kepada salah satu petugas administrasi SKCK di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (16/12/2021).


“30 ribu jendral,” kata salah satu petugas.

“Kalau bayar dikasih lebih gimana. Apa diambil sisanya?” tanya Fadil.

“Kita kembalikan,” ujar petugas.

Jendral bintang dua ini lantas menanyakan kepada seorang ibu-ibu berjilbab yang tengah mengurusi kehilangan PBKB.

“Ibu kehilangan apa,” tanya Fadil.

“BPKB pak. Saya pengambilan BPKB. Hilang pak. Mungkin keselip di mana,” ujarnya.

“Bayar gak,” tanya Fadi.

“Gak pak, tidak ada pak,” jawab sang ibu.

“Jangan dimintai duit ya, kalau ada laporkan ya,” ujar Fadil.

Dalam kesempatan ini, Jenderal bintang dua meminta kepada masyarakat, apabila ada tindakan pungli yang dilakukan petugas untuk tidak ragu melaporkannya.

“Apabila teman-teman menemukan petugas yang melakukan pungli, jangan ragu untuk laporkan ke saya,” tegasnya.

Seperti diketahui, cerita polisi tolak laporan warga yang jadi korban pencurian ini diungkap pemilik akun Instagram @kumalameta.

Dalam unggahannya, pemilik akun juga menyertakan video rekaman CCTV detik-detik pencurian yang dialaminya sekitar pukul 18.45 WIB.

Peristiwa itu terjadi seusai dirinya melakukan transaksi di sebuah ATM di minimarket di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur.

Dalam perjalanan pulang, ia beberapa kali dihampiri pengendara motor yang mengingatkan agar ia berhenti.

Diduga, para pemotor itu adalah kawanan pencuri spesialis nasabah ATM.

Sebab, dalam video terlihat jelas ada dua motor yang berhenti di belakang mobil tersebut.

Setelah ia keluar, seorang pengendara motor berusaha mengalihkan perhatian.

Sementara, seorang pria lainnya langsung menggasak tas dengan membuka pintu kiri depan mobil dan langsung kabur.

Dia kemudian memilih langsung membuat laporan ke polsek terdekat di Pulogadung.

Akan tetapi, ia malah mendapat perlakuan yang tak mengenakkan dari polisi.

“Dia justru menyarankan saya pulang untuk menenangkan diri, dan percuma kalau mau dicari juga.” ujarnya.

“Setelah itu, polisi tersebut justru ngomelin saya “lagian ibu ngapain sih punya ATM banyak-banyak, kalau begini jadi repot, apalagi banyak potongan biaya admin juga” dengan nada bicara tinggi,” sambungnya.

“Bukannya membantu bertindak malah warga diomelin dan disuruh pulang, tanpa ada niat bantu apalagi datang ke TKP. Tolong sekali pemerintah bisa bertindak tegas atas kasus saya ini,” pintanya.

“Saya butuh polisi yang benar-benar bisa bertindak tegas atas segala kasus kriminal, sampai sekarang tidak ada kelanjutan dari polisi. Semoga aspirasi saya bisa ditangani,” tutupnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, anggota Polisi yang menolak laporan seorang perempuan berinisial KM, korban perampokan di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur sudah dicopot dari jabatannya.

Oknum polisi yang merupakan anggota Polsek Pulogadung itu diketahui bernama Aipda Rudi Panjaitan.

“Iya betul (anggota Aipda Rudi Panjaitan) sudah dicopot,” kata Kombes Pol Endra Zulpan.

 

(fir/pojoksatu)