Ahmad Dhani Tak Karantina, Polda Metro Malah Ogah Selidiki Pidananya, Lah Kok..

Ahmad Dhani
Ahmad Dhani dan Mulan langgar prokes. Foto : Instagram

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya belum bisa menyelidiki pidana kasus pelanggaran karantina kesehatan keluarga publik figur, Ahmad Dhani.


Alasannya kasus karantina tersebut masih merupakan ranah Satgas Covid.19.

“(Penyelidikan) nantilah. Kan ada surat edaran Satgas Covid-19 pejabat dikenakan karantina di wisma atlet yg disiapkan pemerintah atau di hotel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan di PMJ, Jakarta Selatan, Kamis (16/12/2021).


Kombes Zulpan menuturkan, surat edaran dari Satgas Covid-19 sudah jelas. Bahwa setiap warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri, wajib karantina kesehatan yang tempatnya sudah disediakan pemerintah.

“Di Surat Edaran baru dari Satgas Covid-19 nomor 25 2021 menyatakan bahwa semua wajib karantina,” ujarnya.

Adapun karantina tersebut, kata Zulpan, dikecualikan terhadap para tamu negara dan WNI yang memiliki kepentingan mendesak seperti keluarga meninggal

“Karantina dikecualikan untuk pejabat tamu negara, diplomat dan juga untuk orang-orang yang memiliki kepentingan mendesak seperti keluarga meninggal,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, dugaan Ahmad Dhani dan keluarga melanggar aturan karantina ini berdasarkan cerita Adam Deni di akun Instagram pribadinya.

Ia memaparkan beberapa bukti bahwa Ahmad Dhani dan keluarga melanggar aturan karantina setelah pulang berlibur dari Turki.

Adam Deni mengaku bertemu dengan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela serta semua anak-anaknya di Capadocia, Turki, pada 2 Desember 2021.

Namun, kata dia lagi, temannya bertemu dengan musisi ternama ini dan istrinya tengah berada di salah satu mal di Jakarta pada 9 Desember 2021

Dalam aturan pemerintah sendiri Surat Edaran Satgas Covid-19 memutuskan menambah masa karantina kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri menjadi 10 hari.

Aturan itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

(fir/pojoksatu)