Jabar-PATA Berkolaborasi Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menjadi pembicara dalam Webinar OPOP Tahun 2021 di Rumah Singgah Wakil Gubernur, Kota Tasikmalaya, Rabu (15/12/2021). (Foto: Biro Adpim Jabar)

POJOKSATU.ID, Kota Bandung – Pemda Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Jabar berkolaborasi dengan Pacific Asia Travel Association (PATA) untuk memperkenalkan program Tourism Destination Resilience (TDR) atau Kursus Ketahanan Destinasi Pariwisata.


Program tersebut merupakan respons dari kebutuhan industri pariwisata untuk dapat bertahan di situasi pandemi dan juga krisis yang ada pada masa mendatang.

Kolaborasi tersebut merupakan sesi pertama yang akan berlanjut sampai 2022 mendatang.


CEO PATA Liz Ortiguera mengatakan, saat ini, penting bagi destinasi pariwisata untuk bisa bertahan dan bersiap.

Hal itu dikatakan Ortiguera saat membuka Kursus Ketahanan Destinasi Pariwisata.

“Kursus Tourism Destination Resilience (TDR) PATA dibuat untuk membantu membangun industri pariwisata yang lebih tangguh dengan membantu destinasi dalam pemulihan COVID-19.

Tapi, yang terpenting, mempersiapkan mereka untuk krisis di masa depan yang pasti akan datang,” katanya.

PATA sendiri merupakan sebuah organisasi nonprofit regional bidang pariwisata di wilayah Asia Pasifik.

PATA terus berusaha mengembangkan, memajukan, dan memberikan fasilitas kepariwisataan di daerah wilayah lautan Pasifik, termasuk Indonesia.

Jabar merupakan provinsi yang terpilih untuk menjadi host dalam rangkaian kursus tersebut.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan, terpilihnya Jabar sebagai host kegiatan tersebut didasari oleh kontribusi sektor pariwisata sebagai salah satu penyumbang pendapatan utama di Jabar.

Dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik sebanyak 64.610.832 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 16.107.000 orang, menjadikan Jabar sebagai salah satu tujuan utama pariwisata di Indonesia.

Sektor itu juga telah membuktikan potensinya untuk mendukung pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Pelatihan sesi pertama akan diselenggarakan secara hybrid pada tanggal 14 – 15 Desember 2021.

Kegiatan offline berlokasi di Ruang Rapat Operation Room Lt. 3 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Jl. L.L.R.E Martadinata No.209 Kota Bandung.

Target Optimal Peserta dalam pelatihan ini sebanyak 52 peserta, sedangkan target moderat sebanyak 25 peserta yang terdiri dari Destination Management Organization (DMO), pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan swasta.

Dengan dilaksanakannya kursus ini, diharapkan para pelaku pariwisata di Jabar dapat membangun kerangka ketahanan destinasi pariwisata yang komprehensif sebagai langkah penting untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.

(adv/dia/pojoksatu)