Ekonomi Tunjukkan Perbaikan, tapi Masih Perlu ‘Rem dan Gas’

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

“Ke depan, pertumbuhan akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat, serta penciptaan lapangan kerja, dan kesiapan bertransformasi,” tuturnya.

Airlangga juga memastikan, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga akan dilanjutkan di 2022 dengan alokasi anggaran sebesar Rp414 triliun.

“Dengan fokus pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan penguatan pemulihan ekonomi. Alokasi anggaran ini berpotensi meningkat mengikuti kebutuhan penanganan Covid-19,” beber Airlangga.

Melalui Presidensi G20, Indonesia juga mendorong pemulihan ekonomi global yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan.


Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dalam Presidensi G20 Indonesia akan ada 3 fokus utama yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital dan transisi menuju energi berkelanjutan.

Airlangga menyampaikan, momentum Presidensi G20 Indonesia harus dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong pemulihan dan transformasi ekonomi, serta pembangunan aspek sosial dan politik di Indonesia.

Dengan lebih dari 150 pertemuan yang akan digelar di 19 kota dan sekitar 18 ribu lebih delegasi yang akan hadir, Presidensi G20 Indonesia diprediksi membantu penciptaan sekitar 33 ribu lapangan kerja.