Lewat Gerakan Tanam Pohon, LDII Optimis Banjir di Jakarta Bisa Diatasi

DPP LDII menggelar "Gerakan LDII Tanam Pohon", untuk mendukung program bulan menanam pohon

POJOKSATU.id, JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar “Gerakan LDII Tanam Pohon dan Webinar” bertema “Pohon sebagai Sumber Kehidupan dan Penghidupan”.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Ponpes Minhaajurrosyidin, STAIMI (Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, MUI DKI Jakarta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, dan Yayasan Inspirasi Keluarga KeSEMaT (IKAMaT).

Acara ini dilaksanakan secara luring di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, dan diikuti secara daring oleh pengurus DPP, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII se-Indonesia, anggota Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM), santri serta pelajar dari pondok pesantren dan sekolah, juga para pemerhati lingkungan. Hadir pula Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH.Munahar Muhtar.

Ketua DPP LDII Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) Teddy Suratmadji yang mewakili Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso mengatakan, pada tahun 2018 data dari lingkungan hidup terdapat 14 juta lebih hektar hutan dan lahan kritis yang bila tidak direboisasi kan musnah.


Akibatnya hal tersebut terjadi di sejumlah daerah longsor dan banjir.

“Oleh karena itu kegiatan penanaman pohon akan dapat sangat membantu upaya Pemprov DKI dalam mengurangi bencana banjir dan longsor. Kiprah LDII dalam Go Green sudah dimulai sejak tahun 2008, yang waktu itu dicetuskan di Jawa Timur bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur,” kata Teddy, Senin (13/12/2021).

Teddy menyebut, gerakan LDII tanam pohon 2021 tersebut telah diluncurkan sejak 28 November 2021. Kemudian dilanjutkan dengan mengajak seluruh warga LDII dan masyarakat umum, untuk melakukan aksi penanaman pohon selama bulan Desember 2021.

Hal tersebut sebagai bentuk dukungan bulan menanam nasional, yang diadakan LDII di Yogyakarta, kemudian di Riau, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan sekarang di DKI Jakarta.

“Sebagai sumber kehidupan, pohon penghasil oksigen, penyerap karbon dioksida dan penyimpan air tanah. Pepohonan dapat juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui hasil panen yang didapat dalam bentuk buah-buahan dan produk lainnya,” ujarnya.

Teddy juga menyampaikan LDII ingin membantu masyarakat dan pemerintah dalam usaha mengkonversi buah-buahan langka dari Betawi yang saat ini mulai sulit ditemukan.

“Harapannya, aksi tanam pohon ini juga dapat menjadi amal jariyah selama pohon itu tumbuh, berbuah dan dimakan,” kata Teddy.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan & Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, yang diwakili oleh Kasudin KPKP Jakarta Timur Ali Nurdin sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan penanaman pohon.

Ali menyebut bahwa pohon sebagai sumber kehidupan, dapat menghasilkan oksigen 130 kg dalam setahun. Pohon sebagai sumber penghidupan, baik tanaman pelindung maupun produktif sangat bermanfaat bagi kita semua.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi penanaman pohon dan webinar ini, karena di Jakarta banyak tanaman langka yang bagus mutu dan kualitasnya sehingga perlu dilestarikan,” ujarnya

(fir/pojoksatu)