Komentari Kasus Perkosaan 12 Santriwati di Bandung, Ernest Prakasa Sebut Pelakunya ‘Iblis’

ernest prakasa - ffb 2017
Ernest Prakasa bawa pulang dua piala di FFB 2017. Foto Instagram

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ernest Prakasa ikut ikut geram dengan kasus guru pesantren mencabuli 12 santriwati yang terjadi di Bandung, Jawa Barat.


Melalui akun Twitter-nya, komika sekaligus sutradara itu mengunggah foto pelaku yang bernama Herry Wirawan.

Ernest Prakasa berharap kasus tersebut bisa mengajarkan masyarakat agar berhenti menyalahkan korban pemerkosaan.


“Bila manusia biadab ini tidak juga mengajarkan kita untuk setop menyalahkan korban, saya tidak tahu lagi harus berkata apa,” tulis Ernest Prakasa, Jumat (10/12).

Ernest juga mengajak publik mengingat wajah guru cabul tersebut.

dirinya menegaskan bahwa korban pemerkosaan di pesantren tersebut tidak bersalah.

“Ingat wajah ini. Ingat iblis yang bersarang di kepalanya. Ingat, bahwa korban tidak bersalah,” imbuh Ernest Prakasa.

Herry Wirawan merupakan pengasuh Ponpes Madani Boarding School tengah jadi perbincangan di media sosial.

Sebab, Herry Wirawan yang merupakan guru pesantren itu sudah mencabuli 12 orang santriwati.

Sejumlah santriwati yang jadi korban bahkan telah hamil dan melahirkan akibat ulah bejat Herry Wirawan.

Diberitakan sebelumnya, dua pesantren milik ustadz pemerkosa 12 santriwati, Herry Wirawan (36), ternyata tak berizin. Dan satu pesantren lagi milik Herry izinnya sudah dicabut Kemenag usai heboh kasus ini.

Dua pesantren milik Ustadz Herry Wirawan yang belum memiliki izin yaitu Boarding School Madani di Cibiru, dan Pondok Tahfiz Almadani di Kota Bandung.

Sementara Pesantren Manarul Huda Antapani Kota Bandung yang sudah memiliki izin, akhirnya izinnya ikut dicabut Kemenag.

Selain mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Kemenag menutup Pesantren Tahfidz Quran Almadani dan Boarding School Madani yang diasuh Herry Wirawan.

Lembaga ini belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama.

Kemenag mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” kata Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani dalam keterangan tertulis, Jumat (10/12/2021).

Ali mengatakan tindakan tegas ini diambil karena Herry Wirawan diduga melakukan pemerkosaan terhadap 12 santriwati.

(dhe/pojoksatu)