Jenderal Dudung Layak Capres 2024, Novel Bamukmin Tak Mau Kalah, Saya Pernah Viral Maju Cawapres

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Foto: Youtube Deddy Corbuzier

POJOKSATU.id, JAKARTA— KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman dinilai layak menjadi Capres 2024 mendatang meski kerap memunculkan kontroversi. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto.


KSAD Jenderal Dudung dinilai layak karena ia punya visi kebangsaan yang sangat memahami situasi di mana Indonesia sedang krisis ideologi Pancasila.

Menanggapi hal itu, Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, di negara demokrasi ini semua warga Indonesia memiliki hak untuk maju menjadi Capres 2024 mendatang.

“Saya rasa siapa saja sebagai warga negara Indonesia mempunyai hak (maju Capres 2024),” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu.id, Jumat (10/12/2021).


Novel menilai, tak ada yang salah bila Jendral Dudung maju sebagai Capres 2024 mendatang. Termasuk dirinya juga pernah digadang-gadangkan maju Capres 2024.

“Memilih dan dipilih dan sah sah saja, kalau Dudung ingin maju sebagai Capres termasuk pun saya pernah viral siap menjadi Cawapres,” ujarnya.

Kendati demikian, kata Novel, jika Dudung mau maju Capres 2024 mendatang, Dudung harus berkaca. Karena selama ini sikap Dudung kerap melecehkan agama.

“Namun rakyat Indonesia khususnya mayoritas yang beragama islam sudah kecewa dengan sikap Dudung yang diduga telah melecehkan agama,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mengatakan, Jenderal Dudung lebih berpeluang maju Capres 2024 dibanding dengan para seniornya yang lebih dulu aktif di dunia politik, yang semuanya bermasalah.

Seperti Moeldoko sedang bermasalah dengan AHY dalam kemelut Partai Demokrat, Gatot Nurmantyo sangat berseberangan dengan Pemerintah, juga Wiranto yang sedang bermasalah dengan Partai Hanura.

“Jenderal Dudung layak menjadi Presiden tahun 2024 karena visi kebangsaannya. Jenderal Dudung juga figur militer saat ini yang sangat memahami situasi di mana Indonesia sedang krisis ideologi Pancasila,” ucap Hari Purwanto.(fir/pojoksatu)