Pengamat Politik Pesan Ini ke Kapolri, Jangan Rekrut Novel Baswedan Cs Karena Belas Kasihan

Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan dan Ketua WP KPK Yudi Purnomo. Foto dok JawaPos.com
Novel Baswedan dan Yudi Purnomo. Foto dok JawaPos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengamat politik Jamiluddin Ritongameminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk merekrut Novel Baswedan Cs sesuai aturan yang berlaku di tubuh Polri.

“Jangan merekrut mereka karena belas kasihan,” ujarnya dihubungi Pojoksatu.id, Rabu (8/12/2021).

Karena itu, Polri harus merekrut eks 57 pegawai KPK itu sesuai persyaratan yang diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014.

“Harus sesuai aturan Polri,” kata Jamiluddin.


Menurutnya, 57 eks pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) itu merupakan SDM yang unggul.

“Tidak elok mengangkat 57 eks pegawai KPK di Polri semata mengatasi kebuntuhan persoalan hasil tes TWK,” tuturnya.

Sebelumya eks penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menerima tawaran sebagai ASN Polri.

Namun, Novel tak menyebut jumlah pasti dari mereka yang menerima.

Hal ini disampaikan Novel setelah dia dan rekan-rekannya mendatangi Mabes Polri untuk sosialisasi pengangkatan ASN Polri pada Senin (6/12).

“Ya saya posisi menerima. Pada dasarnya yang saya ketahui sebagian besar di antara kami kemudian memiliki menerima,” ujarnya.

Berita sebelumnya, eks penyidik KPK Praswad Nugraha mengungkap alasan 12 orang eks pegawai KPK menolak menjadi ASN Polri. Diantaranya eks Kabag Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK Rasamala Aritonang.

Diketahui, sebanyak 12 eks pegawai KPK memutuskan untuk menolak tawaran Polri untuk menjadi ASN.

Eks penyidik KPK, Praswad Nugraha mengungkap alasan penolakan sebagian besar eks pegawai KPK tersebut.

“Kebanyakan sudah keburu dapat kerja di perusahaan swasta,” kata Praswad saat dihubungi, Selasa (7/12/2021).

Meski menolak, Praswad memastikan ke-12 pegawai KPK tersebut tetap mendukung ke-44 pegawai KPK yang memutuskan untuk bergabung dengan Polri.

Dia menyebut semua tetap berkomitmen memberantas korupsi.

“Ndak kok, semua saling mendukung, ndak ada beda haluan, semua fokus dan berkomitmen untuk berantas korupsi dan semua kami bergabung di wadah yang sama di IM57,” ucapnya.

Praswad menyebut ke-44 pegawai KPK yang memutuskan bergabung dengan Polri juga masih menunggu arahan selanjutnya. Mereka masih menunggu terkait bidang penempatan di institusi Polri.

“Belum sampai ke konsep, kita tunggu nanti kami diminta berkontribusi di bidang yang mana oleh Kapolri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Diketahui, sebanyak 44 orang mantan pegawai KPK menyatakan telah menerima untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Namun 12 orang lainnya menolak tawaran menjadi ASN Polri. (muf/pojoksatu)