Gegara Jeruk, Jokowi ‘Disemprit’ KPK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diberi jeruk satu truk seberat tiga ton oleh warga Karo, Sumatera Utara. Foto BPMI Setpres

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak pemberian gratifikasi berupa makanan dan minuman yang mudah rusak.


Itu setelah Jokowi menerima satu truk jeruk seberat tiga ton dari warga Karo, Sumatera utara.

Berdasarkan Peraturan KPK Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi, dalam hal objek gratifikasi berupa makanan dan/atau minuman yang mudah rusak, dapat ditolak untuk dikembalikan kepada pemberi.

Bahkan jika tidak dapat ditolak, maka dapat disalurkan sebagai bantuan sosial.


Itu disampaikan pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ipi Maryati dalam keterangannya, Rabu (8/12/2021).

“Hal ini sebagai bentuk transparansi, laporan penolakan atau penyaluran bantuan sosial kemudian dapat disampaikan kepada KPK,” kata Ipi.

Untuk itu, KPK mengimbau masyarakat agar tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun.