Eks Penyidik KPK Ini Ungkap Penyebab 12 Orang Tolak Jadi ASN Polri, Diantaranya Rasamala Aritonang

Rasamala Aritonang (jpc)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Eks penyidik KPK Praswad Nugraha mengungkap alasan 12 orang eks pegawai KPK menolak menjadi ASN Polri. Diantaranya eks Kabag Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK Rasamala Aritonang.

Diketahui, sebanyak 12 eks pegawai KPK memutuskan untuk menolak tawaran Polri untuk menjadi ASN.

Eks penyidik KPK, Praswad Nugraha mengungkap alasan penolakan sebagian besar eks pegawai KPK tersebut.

“Kebanyakan sudah keburu dapat kerja di perusahaan swasta,” kata Praswad saat dihubungi, Selasa (7/12/2021).


Meski menolak, Praswad memastikan ke-12 pegawai KPK tersebut tetap mendukung ke-44 pegawai KPK yang memutuskan untuk bergabung dengan Polri.

Dia menyebut semua tetap berkomitmen memberantas korupsi.

“Ndak kok, semua saling mendukung, ndak ada beda haluan, semua fokus dan berkomitmen untuk berantas korupsi dan semua kami bergabung di wadah yang sama di IM57,” ucapnya.

Praswad menyebut ke-44 pegawai KPK yang memutuskan bergabung dengan Polri juga masih menunggu arahan selanjutnya. Mereka masih menunggu terkait bidang penempatan di institusi Polri.

“Belum sampai ke konsep, kita tunggu nanti kami diminta berkontribusi di bidang yang mana oleh Kapolri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Diketahui, sebanyak 44 orang mantan pegawai KPK menyatakan telah menerima untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Namun 12 orang lainnya menolak tawaran menjadi ASN Polri.

“Ya 44 sudah oke semua. Yang tidak bersedia 12,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (7/12).

Sementara itu, eks Kabag Perancangan Peraturan dan Produk Hukum pada Biro Hukum KPK, Rasamala Aritonang mengaku menghargai tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tapi ia telah menetapkan diri untuk mendedikasikan diri sebagai pengajar hukum pada Fakultas Hukum Universitas Parahyangan.

“Dengan tetap menghormati pihak kepolisian saya tidak mengambil tawaran untuk bergabung sebagai ASN Polri dengan mempertimbangkan bahwa saat ini saya telah mempunyai komitmen untuk mendedikasikan diri sebagai pengajar hukum pada Fakultas Hukum Universitas Parahyangan,” kata Rasamala seperti dikutip dari Antara, Senin (6/12/2021).

Kendati tidak menerima tawaran menjadi ASN Polri, lanjut Rasamala, dirinya akan berkomitmen untuk terus memberantas korupsi dan memperjuangkan keadilan.

“Serta ada komitmen lain untuk terus memperjuangkan keadilan serta pemberantasan korupsi meski berada di luar Kepolisian,” ujarnya.

Rasamala Aritonang meyakini, langkah yang dipilih rekan-rekannya dengan bergabung ke Polri akan berdampak luas bagi pemberantasan korupsi.

“Saya sangat mengapresiasi Pak Kapolri dan pihak Kepolisian yang telah mengupayakan, menawarkan dan memberikan kesempatan untuk pengangkatan bagi 57 eks pegawai KPK sebagai ASN di Polri,” ucap Rasamala.

“Tawaran ini sekaligus dapat dimaknai sebagai rehabilitasi nama baik 57 eks pegawai KPK,” kata Rasamala Aritonang.

Berikut daftar nama lengkap ke-12 yang menolak tawaran menjadi ASN Polri:

1. Lakso Anindito
2. Rasamala Aritonang
3. Benydictus Siumlala Martin Sumarno
4. Tri Artining Putri
5. Rieswin Rachwell
6. Ita Khoiriah
7. Christie Afriani
8. Rahmat Reza Masri
9. Arien Winiasih
10. DW
11. WRF
12. AA. (ral/int/pojoksatu)