Diduga Gencot 3 Mahasiswi Unsri, Foto Dosen R Disandingkan Bripda Randy, Rektorat Bilang Begini

Bripda Randy Bagus dan Reza Ghasarma atau dosen R. (Ist)

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Reza Ghasarma menjadi sorotan publik. Foto dosen inisial R ini menyebar di media sosial.


Foto Reza Ghasarma disandingkan dengan foto Bripda Randy Bagus Hari Santoso. Keduanya sama-sama berinisial R.

BACA: IKA Bersuara, Ada 7 Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Dosen

Dosen R dan Bripda Randy sama-sama diduga sebagai pelaku pelecehan seksual terhadap mahasiswi.


Bripda Randy diduga menggencot mahasiswi Universitas Brawijaya (UB), Novia Widyasari beberapa kali sejak 2020 hingga 2021.

Akibatnya, Novia Widyasari dua kali hamil dan terpaksa menggugurkan kandungannya. Puncaknya, Novia bunuh diri di dekat makam ayahnya. Bripda Randy terlah ditetapkan sebagai tersangka dan dirahan.

Sedangkan dosen R diduga menggencot tiga mahasiswi Unsri.

Dosen R telah dilaporkan oleh tiga mahasiswi Unsri ke polisi. Ketiga mahasiswi itu berinisial C, F, dan D.

Saat ini, kasus dosen R masih bergulir di Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Tanggapan Rektorat Unsri

Rektorat Unsri melalui Wakil Rektor I Zainuddin Nawawi memberikan menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang dilakukan oknum dosen.

Menurut Zainuddin, kasus yang melibat dua dosen Unsri, yakni dosen A dan dosen R itu merupakan ranah polisi.

“Itu ranahnya polisi, kita hargai dan tunggu hasilnya seperti apa, kan perlu proses juga,” ujarnya melalui pesan singkat Whatshap, Selasa (7/12), seperti dilansir Palpos.id.

Disinggung terkait beredarnya foto dosen R di sosial media, Zainuddin mengaku tidak terlalu mengikuti perkembangan di media sosial.

“Maaf adindo aku ni agak telat kalu urusan medsos tu, jadi no komen dulu. Nak nanyo dengan yang la jingok. Wong tuo dak update la,” tandasnya.

Sementara Presma Unsri Dwiki Sandy melalui salah seorang mentrinya Deni mengungkapkan, BEM KM Unsri sampai saat ini tetap setia mendampingi para korban pelecehan seksual sampai proses hukumnya selesai.

“Kami mendampingi korban kak. Di proses penyelesaian hukum ini, korban sudah ado lawyer, jadi prihal teknis hukum dan lain-lain langsung lawyer yang nangani,” ucapnya.

Deni mengatakan, BEM KM Unsri hanya melakukan pendampingan untuk pemulihan kondisi psikis.

“BEM ambil peran menjaga, mendampingi, dan melindungi korban, serta mencari psikolog yang bisa menguatkan korban,” terangnya. (one/pojoksatu)