Anak Buah Prabowo Ini Nekat Desak Jokowi Tetapkan Status Bencana Nasional Erupsi Gunung Semeru

proses pencarian korban letusan gunung semeru

POJOKSATU.id, JAKARTA— Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto mendesak Presiden Jokowi menetapkan status bencana nasional erupsi Gunung Semeru. Warga butuh uluran tangan pemerintah pusat.

Pasalnya, warga yang terdampak letusan tersebut membutuhkan uluran tangan pemerintah pusat.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Rabu (8/12/2021).

“Saya harapkan pemerintah pusat menjadikan bencana ini naik status sebagai bencana nasional,” ujarnya.


Baca Juga:

Suami Istri Terkubur Lahar Panas Erupsi Semeru, Ditemukan di Dump Truk Pertambangan Pasir Curah Kobokan

Sehingga, penanganan pemerintah pusat mendukung pemerintah daerah dapat maksimal.

“Terutama dari proses evakuasi dan mencari korban yg kemungkinan masih hidup tertimbun pasir,” kata Bambang.

Anak buah Prabowo Subianto itu menyebutkan, sudah memberikan bantuan kepada warga yang terdampak erupsi gunung Semeru.

“Kita sudah memberikan bantuan seperti sembako, obat obatan, pakaian layak, biskuit, susu,” ungkapnya.

Kemudian, air mineral dan makanan cepat saji yang disampaikan ke sejumlah relawan yang ada di lokasi kejadian.

Bambang juga mengajak semua masyarakat Indonesia untuk mendoakan keselamatan warga di sekitar gunung Semeru.

“Kita sama sama mendoakan agar masyarakat wilayah sekitar Semeru diberikan keselamatan dan tidak mendapatkan cobaan bencana susulan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru kini menjadi sebanyak 34 jiwa.

Sementara itu, 17 orang masih dinyatakan hilang.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran pers, Selasa (7/12/2021).

“Data korban jiwa tercatat warga luka-luka 56 jiwa, hilang 17 jiwa dan meninggal dunia 34 jiwa, sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa,” ungkapnya.

Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang dan luka, posko masih melakukan pemutakhiran data dan validasi.

Data tersebut merupakan data terkini Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru hari ini pukul 12.00 WIB.

Selain dampak korban jiwa, erupsi mengakibatkan 2.970 unit rumah terdampak.

Pihak pemerintah daerah masih melakukan pemutakhiran jumlah rumah terdampak maupun tingkat kerusakan.

Bangunan terdampak lainnya berupa fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan terputus (Gladak Perak) 1 unit.

Sementara itu, jumlah warga mengungsi mengalami peningkatan menjadi 3.697 jiwa.

Warga yang mengungsi ini sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sedangkan di Kabupaten Malang hanya terdapat 24 jiwa.

Sebaran titik pengungsian di Kabupaten Lumajang berada di Kecamatan Pronojiwo dengan 9 titik berjumlah 382 jiwa, Kecamatan Candipuro 6 titik 1.136 jiwa.

Kemudian, Kecamatan Pasirian 4 titik 563 jiwa, Kecamatan Lumajang 188 jiwa, Kecamatan Tempeh 290 jiwa, Kecamatan Sumberseko 67 jiwa, Kecamatan Sukodono 45 jiwa. (muf/pojoksatu)