PPKM Level 3 Nataru Dibatalkan, Anak Buah Megawati Minta Pemerintah Bercermin

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PFIP Rahmad Handoyo
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PFIP Rahmad Handoyo

POJOKSATU.id, JAKARTA- Anak buah Megawati Soekarnoputri, Rahmad Handoyo meminta pemerintah bercermin kepada kasus Covid-19 di Eropa.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI itu merespon pembatalan PPKM level 3 Nataru.

“Harus bercermin ke Eropa yang terjadi gelombang besar saat ini di saat vaksinasi lebih tinggi dari Indonesia,” ujarnya dihubungi Pojoksatu.id, Selasa (7/11/2021).

Ia mengatakan, meski vaksinasi sudah mencapai target 70 persen di Eropa.


Tetapi di Eropa masih memperketat mobilitas masyarakat untuk mengatasi lonjakan kasus baru Covid-19.

Karena itu, Rahmad mengimbau pemerintah untuk tetap membatasi mobilitas masyarakat saat Nataru.

“Gelombang covid terus mengintai untuk itu tingkatkan vaksinasi serta protokol kesehatan wajib dan tidak boleh kendor,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah resmi membatalkan penerapan PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pembatalan ini dikarenakan proses pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia diklaim sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Keputusan ini juga didasarkan pada capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang sudah mendekati 56 persen.

Kemudian untuk vaksinasi lansia terus digencarkan agar bisa mencapai target 64 persen untuk dosis 1 dan 42 persen untuk dosis 2.

“Kebijakan PPKM di masa Nataru akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan,” kata Luhut.

Sebagai gantinya, penerapan level PPKM selama masa liburan Nataru akan ditetapkan mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini.

Namun akan ada sejumlah pengetatan yang dilakukan.

(muf/pojoksatu)