Dosen Cabul Unsri AR Resmi Tersangka dan Ditahan Polda Sumsel, Bra Hitam dan CD Korban Jadi Barbut

Dosen Unsri resmi tersangka dan ditahan Polda Sumsel (ist)

POJOKSATU.id, PALEMBANG— Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial AR (34) ditahan Polda Sumsel usai resmi ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap mahasiswinya DR (22).

Polda Sumsel menahan oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan mengatakan, tersangka berinisial AR (34) dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri.

Dosen Unsri ini ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan Mapolda Sumsel.


”Tersangka kami tahan selama 20 hari ke depan untuk keperluan penyidikan,” kata Kombes Hisar Siallagan seperti dilansir Antara.

Menurut Kombes Hisar, penahanan tersangka dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terhadap mahasiswinya berinisial DR (22) beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada dugaan mahasiswi lain yang dilecehkan oleh tersangka ini.

Proses penyelidikan kasus ini masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan ada korban lain selain mahasiswi DR.

”Jadi jelasnya, tersangka ini kami tahan, surat perintah penahanannya sudah saya tanda tangani. Mulai Senin (6/12) pukul 00.00 WIB hingga 20 hari ke depan,” ujar Kombes Hisar Siallagan.

Berdasar informasi dari kepolisian, dosen AR ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi cukup bukti dari keterangannya sendiri.

Dosen AR diperiksa secara intensif oleh polisi selama sembilan jam pada Senin (6/12) sejak pukul 09.00 WIB sampai 18.00 WIB di Mapolda Sumsel.

Setelah proses administrasi penahanan tersangka rampung, dia digiring keluar oleh penyidik dari ruang penyidikan Subdit IV Renakta Polda Sumsel sekitar pukul 19.56 WIB.

Tersangka AR yang menggunakan kemeja putih tersebut tampak menutupi mukanya menggunakan jaket biru tua untuk menghindari sorotan kamera awak media.

Sebelum ditahan, penyidik membawa tersangka dengan tangan tanpa borgol ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang menggunakan mobil minibus hitam untuk pengambilan tes usap antigen Covid-19.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan barang bukti milik korban berupa satu buah bra hitam, satu buah kaos dalam, dan pakaian luar korban warna merah muda.

Akibat pelecehan seksual oleh dosen Unsri ini, tersangka dikenakan pasal berlapis.

Dia disangkakan melanggar pasal 289 KUHP tentang pencabulan dan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan dengan ancaman pidana selama tujuh tahun.

Kemudian pasal 294 ayat (2) poin 1 dan 2 KUHP tentang perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatannya dengan ancaman pidana penjara selama sembilan tahun. (ral/jpc/pojoksatu)