Waspadai Kecelakaan Laut, BPBD Banten Ingatkan Nelayan Soal Cuaca Buruk di Selat Sunda

Ilustrasi.

POJOKSATU.id, BANTEN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mengingatkan nelayan dan pelaku pelayaran mewaspadai cuaca buruk di Perairan Selat Sunda bagian utara dan selatan.


“Peringatan kewaspadaan itu untuk menghindari kecelakaan laut,” kata Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana saat dihubungi di Lebak, Senin 6 Desember 2021.

Kewaspadaan cuaca buruk di Perairan Selat Sunda bagian utara dan selatan berpotensi menimbulkan kecelakaan laut bagi nelayan dan pelayaran karena gelombang cukup tinggi disertai angin kencang.

BPBD Banten menyampaikan peringatan kewaspadaan terhadap nelayan di seluruh tempat pelelangan ikan ( TPI) dan pengelola wisata juga pelayaran kapal tongkang.


Selama ini, gelombang tinggi disertai angin kencang di Perairan Selat Sunda Provinsi Banten tidak bersahabat dan bisa mengakibatkan kecelakaan laut.

Cuaca buruk itu terjadi di Selat Sunda bagian utara meliputi Pantai Merak, Cilegon, Anyer, Carita dan Labuan.

Begitu juga bagian selatan yakni Panimbang, Sumur, Cikeusik, Binuangeun, Cihara, Panggarangan, Bayah hingga Sawarna.

Namun, pihaknya meminta nelayan kecil di Selat Sunda bagian selatan tidak melaut, karena ketinggian gelombang mencapai empat meter.

Selain itu juga pengelola wisata agar melarang wisatawan melakukan kegiatan di sekitar pantai, termasuk berenang.

“Pelarangan berenang di sekitar pantai untuk menghindari kecelakaan laut, ” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Pendaratan Pangkalan Ikan ( PPI) Binuangeun Kabupaten Lebak Ahmad Hadi mengatakan nelayan di sini sudah berlangsung sebulan tidak melaut karena gelombang cukup tinggi disertai angin kencang.

Mereka nelayan kini kebanyakan selama tidak melaut memperbaiki jaring ikan yang kondisinya rusak.

“Kami memperkirakan 1.600 nelayan kecil di 11 TPI tidak melaut akibat cuaca buruk itu, ” katanya menjelaskan.

(dhe/pojoksatu/ant)