Diduga Bripda Randy Punya Kelainan Jenis, Kriminolog Paparkan Latar Belakang Masalah 

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kriminolog Universitas Indonesia, Josias Simon menilai diduga ada kelainan jenis terhadap Bripda Randy Bagus. Namun hal tersebut perlu dilakukan tes psikologi terhadap pelaku.

“Kalau soal kelainan. Saya kurang tahu yang pasti perlu di tes secara psikologis pada yang bersangkutan,” kata Josias saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin (6/12/2021).

Di sisi lain, kata Josias, ia menduga ada persoalan sosial keluarga yang melatar belakangi tak maunya Bripda Randy Bagus menikahi korban NWR.

Termasuk yang melatar belakangi pelaku menyuruh korban Novia melakukan aborsi sebanyak dua kali.


“Kemungkinan lain ada persoalan sosial terkait penerimaan keluarga yang menolak tapi hubungan intim tetap dilakukan pelaku, dan mengabaikan keberadaan korban,”ujarnya.

Diketahui, NWR yang berusia 23 tahun itu diduga tewas karena bunuh diri.

Jasadnya ditemukan di area makam sang ayah di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Suko, Kabupaten Monokerto, Jawa Timur.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan pihaknya telah bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini.

Dari hasil penyelidikan, korban NWR diketahui merupakan warga Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Saat ditemukan tewas, kata Brigjen Slamet, di dekat tubuh korban juga ditemukan adanya bekas minuman yang bercampur potasium sianida.

Sementara hasil visum luar yang dilakukan oleh Puskesmas Sooko pada Desember 2021 tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.

Selain itu, Slamet menuturkan pihaknya juga telah mengumpulkan bukti-bukti yang ada.

Hasilnya, terduga tersangka Bripda Randy dapat diamankan.

Bripda Randy Bagus diketahui saat ini bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten.

“Banyak tim yang jalan, alhamdulillah kita bisa merilis terkait apa yang sebenarnya terjadi,” kata Brigjen Slamet dalam konferensi persnya di Mapolres Mojokerto, Jatim pada Sabtu (4/12).

Brigjen Slamet menjelaskan, Bripda Randy Bagus saat ini telah ditahan untuk diproses lebih lanjut terkait kasus kematian NWR.

Bripda Randy Bagus diduga melakukan perbuatan melanggar hukum karena dengan sengaja menyuruh korban Novia melakukan aborsi sebanyak dua kali.

Adapun tindakan aborsi tersebut dilakukan pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

Jika terbukti bersalah, maka Bripda Randy akan ditindak tegas secara internal alias dipecat daru Polri dan juga pidana umum.

 

(fir/pojoksatu)