Lahar Dingin Erupsi Semeru Rendam Puluhan Rumah Setinggi Atap di Sumber Wuluh Candipuro

Rumah terendam lahar dingin erupsi Gunung Semeru di Sumber Wuluh Candipuro Lumajang (kps)

POJOKSATU.id, LUMAJANG – Lahar dingin erupsi Gunung Semeru merendam puluhan rumah di Kampung Renteng, Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang. Rumah tertanam pasir setinggi 4 meter.


Sementara ketinggian rumah warga di sana antara 5-6 meter saja. Bisa dikatakan, rumah-rumah ini tertanam hingga atap.

Dari pantauan wartawan, rumah-rumah tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan penambang pasir. Rumah-rumah ini hanya terlihat atapnya saja.

Saat kejadian erupsi Gunung Semeru, kawasan ini dilewati lahar dingin.


Kampung Renteng Desa Sumber Wuluh gelap gulita dan tak ada lampu penerangan padahal masih jam 4 sore atau beberapa menit usai kejadian erupsi Gunung Semeru.

“Pas kejadian itu semua gelap seperti sudah malam. Ada yang bisa menyelamatkan diri ada yang tidak. Orangtua saja bersyukur bisa menyelamatkan diri,” kata Salim, warga di sana, Sabtu malam (4/12).

Salim lalu menceritakan saat peristiwa itu terjadi.

Salim mengaku semua warga berteriak dan lari menyelamatkan diri masing-masing saat erupsi Gunung Semeru terjadi.

Dan ada juga yang berusaha menolong saudaranya dan menyelamatkan hewan ternak mereka dan membawanya menjauh dari kaki Gunung Semeru.

Jerit tangis ibu-ibu dan anak-anak terdengar di mana-mana.

Mereka merasa terkurung di lokasi tersebut. Apalagi tidak ada penerangan dan suasana gelap gulita disertai hujan abu vulkanik.

“Semua menangis, apalagi wanita dan anak-anak. Apalagi saat itu anak-anak persiapan berangkat mengaji, jadi semua berteriak dan menangis,” katanya.

Dirinya segera mencari orangtuanya.

Beruntung semua keluarganya berhasil selamat dan memilih mengungsi.

Informasi yang dihimpun selain puluhan rumah terendam, sebuah alat berat dan beberapa hewan terendam juga terendam pasir. (ral/int/pojoksatu)