Bripda Randy Bagus, Kekasih Mahasiswi Novia Widyasari Tersangka dan Terancam Dipecat dari Polisi

Novia Widyasari mahasiswi yang bunuh diri di Mojokerto (ist)

POJOKSATU.id, SURABAYA — Polda Jatim mengambil tindakan tegas terhadap Bripda Randy Bagus, kekasih Novia Widyasari, mahasiswi Brawijaya yang meninggal minum racun di dekat pusara ayahnya.


Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo melalui keterangan resminya Sabtu (4/12/2021) malam menyebutkan, Bripda Randy Bagus ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana aborsi atau pasal dengan sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin.

Bripda Randy Bagus dijerat pasal 348 KUHP juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Wakapolda Jatim juga mengungkap hubungan Novia Widyasari dengan Bripa Randy Bagus, polisi aktif yang berdinas di Polres Pasuruan.


Baca Juga :

Diduga Korban Pemerkosaan Polisi dan Berakhir Tragis, Savenoviawidyasari Trending di Medsos

Hasil pemeriksaan dan pendalaman kepada Bripda Randy Bagus, keduanya menjalin hubungan sejak 2019 dan kerap melakukan hubungan perzinahan atau hubungan suami istri di luar nikah.

“Keduanya kerap berhubungan layaknya suami isteri di tempat kost NWR di Malang dan di sejumlah hotel,” kata Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo melalui keterangan resminya Sabtu (4/12/2021) malam.

Dari hasil hubungan tersebut, Novia Widyasari sempat 2 kali hamil, yakni pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

“Keduanya sepakat menggugurkan kandungan saat 2 kali hamil tersebut. Pertama saat usia kandungan masih hitungan minggu, dan kedua berusia 4 bulan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Bripda Randy Bagus ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana aborsi atau pasal dengan sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin.

Bripda Randy Bagus dijerat pasal 348 KUHP juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

“RB kini ditahan di Mapolres Mojokerto. Kami tidak pandang bulu dalam penegakan hukum termasuk kepada anggota Polri,” tegas Wakapolda Jatim.

Perbuatan melanggar hukum tersebut, menurut Wakapolda Jawa Timur Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo, secara internal melanggar ketentuan yang sudah diatur di  kepolisian yaitu Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik Pasal 7 dan 11.

“Ini sudah memenuhi unsur, hukuman terberatnya adalah Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH). Ini hukuman terberat,” terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Sabtu (4/12/2021) malam.

Bripda Randy Bagus yang berpangkat Bripda itu sebelumnya juga ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana aborsi atau pasal dengan sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin.

Bripda Randy Bagus dijerat pasal 348 KUHP juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara penyebab meninggalnya Novia Widyasari kata Slamet masih didalami polisi.

Bukti-bukti seperti potasium sudah dikirim ke Labfor untuk diteliti secara ilmiah, termasuk obat yang diduga untuk menggugurkan kandungan.

Bripda Randy Bagus muncul dari hasil pendalaman polisi dari peristiwa bunuh diri Novia Widyasari (23) seorang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang di pusara ayahnya di pemakaman umum Desa Japan Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Kamis (2/12/2021) lalu. (ral/pojoksatu)