Fadli Zon Dukung atau Sindirkah Jokowi, Mural Itu Urusan Kecil, Sama dengan Baliho Tak Perlu Ditakuti

Fadli Zon

POJOKSATU.id, JAKARTA— Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga anggota DPR RI, Fadli Zon, sedang menyindir Jokowi soal mural dan baliho. Mural urusan kecil, sama dengan baliho, tak perlu ditakuti.

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang tidak mempersoalkan mural kritikan kepada pemerintah disambut positif oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

“Saya sependapat dengan Pak Jokowi,” kata Fadli Zon dikutip di akun Twitternya, Sabtu (4/12).

Baginya, keberadaan mural yang sempat bertebaran di Jakarta dan kawasan penyangga bukan persoalan yang harus ditakuti.


“Mural itu urusan kecil, sama dengan baliho, tak perlu diturunkan apalagi ditakuti. Mari kita jaga dan rawat demokrasi,” jelasnya dalam akun Twitternya.

Dalam unggahan kali ini, Fadli Zon juga melampirkan sebuah berita dari media online nasional yang memuat berita tentang pernyataan Presiden Jokowi yang tak mempermasalahkan mural atau menyebut mural ini urusan kecil.

Dalam pengarahan kepada Kasatwil 2021, Presiden Jokowi menyinggung soal mural yang belakangan dihapus oleh aparat terkait.

Presiden yakin, penghapusan mural bukan perintah Kapolri maupun Kapolda.

“Perintahnya kapolres juga mungkin nggak mungkin. Itu sebetulnya urusan di polsek yang saya cek di lapangan. Tapi nyatanya dihapus,” jelas Jokowi.

“Oleh sebab itu, beri tahu kapolsek-kapolsek sampai kapolsek diberi tahu. Itu (mural) urusan kecil,” tegas Jokowi.

Seperti diketahui, pada November 2020 lalu, saat menjadi Pangdam Jaya Mayjen Dudung sempat memerintahkan penurunan baliho FPI.

Kini di akhir tahun 2021, Dudung sudah diangkat jadi KSAD dengan pangkat Jenderal.

Berikut pernyataan-pernyataan Dudung pada 2020 lalu soal baliho.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkapkan kendala yang dihadapi Satpol PP DKI Jakarta saat menurunkan baliho Habib Rizieq Syihab.

“Kemudian karena (yang) turunkannya Pol PP kemudian diadang oleh FPI, kemudian didemo suruh pasang lagi,” kata Dudung di Kodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Dudung mengecam tindakan FPI yang menghadang dan memerintahkan Satpol PP memasang kembali baliho Habib Rizieq.

Mantan Gubernur Akademi Militer (Akmil) itu tidak ingin ada organisasi yang meresahkan masyarakat dengan tidak menaati hukum yang berlaku di Tanah Air.

“Lah emang dia ini siapa. Dia ini siapa, organisasi apa? Kok pemerintah yang jelas-jelas Pol PP kok ya, pemerintah itu jelas organisasinya ya, strukturnya sudah jelas, kok bisa takut sama mereka (FPI). Mereka (FPI) itu siapa?” tegas Dudung.

“Saya tidak ingin ada keresahan-keresahan dengan membuat aturan-aturan yang menurut dianya sendiri. Ini negara hukum, harus ada ketetapan hukum yang benar,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman merespons kritik atas keikutsertaan TNI menurunkan baliho Habib Rizieq Syihab.

Dudung menyebut pihak yang mengkritik TNI tidak mengetahui bagaimana cerita penurunan baliho yang sebenarnya.

“Kritikan itu paling sedikit yang dukung banyak. Dukungnya lebih banyak yang mengkritik itu tidak tahu perjalanannya ceritanya bagaimana penurunan baliho,” katanya.

“Penurunan baliho itu sudah 2 bulan yang lalu dilakukan Pol PP, polisi, dan TNI bersama-sama kita lakukan,” kata Dudung di Kodam Jaya, Senin (23/11). (ral/rmol/pojoksatu)